Presiden Sementara Mali Lolos dari Percobaan Pembunuhan
Selasa, 20 Juli 2021 - 20:05 WIB
loading...
A
A
A
Pada Agustus 2020, Kolonel Goita memimpin kudeta militer yang menggulingkan Presiden Ibrahim Boubacar Keita yang diperangi setelah berbulan-bulan protes anti-pemerintah atas dugaan korupsi dan kegagalan untuk mengatasi krisis keamanan yang memburuk yang pertama kali muncul pada 2012.
Pada akhir Mei, Goita, yang menjabat sebagai wakil presiden Mali dalam pemerintahan transisi yang bertugas memimpin negara itu kembali ke pemerintahan sipil pada Februari 2022, merebut kekuasaan lagi setelah menuduh Presiden sementara Bah Ndaw dan Perdana Menteri Moctar Ouane gagal berkonsultasi dengannya tentang perombakan kabinet.
Baca juga: Goita, Pemimpin Kudeta dan Didikan AS yang Jadi Presiden Mali
Selain itu, serangan ini setidaknya merupakan insiden ketiga secara global yang melibatkan serangan kekerasan yang bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Sebelumnya pada hari itu, beberapa roket menghantam dekat istana kepresidenan di Kabul sesaat sebelum Presiden Afghanistan Ashraf Ghani hendak berbicara kepada orang-orang untuk menandai hari raya besar umat Islam. Sebelumnya, sebuah ledakan menghantam sebuah pasar di Baghdad timur, Irak pada 19 Juli, menjelang hari raya, menewaskan lebih dari 30 orang.
Pada akhir Mei, Goita, yang menjabat sebagai wakil presiden Mali dalam pemerintahan transisi yang bertugas memimpin negara itu kembali ke pemerintahan sipil pada Februari 2022, merebut kekuasaan lagi setelah menuduh Presiden sementara Bah Ndaw dan Perdana Menteri Moctar Ouane gagal berkonsultasi dengannya tentang perombakan kabinet.
Baca juga: Goita, Pemimpin Kudeta dan Didikan AS yang Jadi Presiden Mali
Selain itu, serangan ini setidaknya merupakan insiden ketiga secara global yang melibatkan serangan kekerasan yang bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Sebelumnya pada hari itu, beberapa roket menghantam dekat istana kepresidenan di Kabul sesaat sebelum Presiden Afghanistan Ashraf Ghani hendak berbicara kepada orang-orang untuk menandai hari raya besar umat Islam. Sebelumnya, sebuah ledakan menghantam sebuah pasar di Baghdad timur, Irak pada 19 Juli, menjelang hari raya, menewaskan lebih dari 30 orang.
(ian)
Lihat Juga :