Eropa Berkabung, Banjir Dahsyat Tewaskan 196 Orang

Selasa, 20 Juli 2021 - 18:06 WIB
loading...
Eropa Berkabung, Banjir...
Sampah pasca banjir yang dibersihkan warga kota berserakan di jalanan Bad Neuenahr-Ahrweiler, Jerman. Foto/euronews
A A A
BRUSSELS - Eropa memberikan penghormatan terakhir kepada 196 nyawa yang hilang dalam banjir bandang yang menghancurkan, Selasa (20/7/2021).

Belgia memberikan penghormatan terakhir kepada 31 orang yang meninggal dengan mengheningkan cipta selama satu menit pada tengah hari sebagai bagian dari hari "berkabung nasional". Semua bendera akan dikibarkan setengah tiang pada hari itu.

Raja Philippe dan Perdana Menteri Alexander de Croo akan bertemu dengan petugas penyelamat dan korban di Verviers, dekat Liege, di mana banjir yang dipicu oleh hujan deras menyebabkan kerusakan besar.

Baca juga: Terus Bertambah, Korban Tewas Banjir Eropa Capai 160 Jiwa

Menurut pusat krisis, sekitar 70 orang masih belum ditemukan di seluruh Belgia setelah banjir 14 dan 15 Juli lalu. Angka tersebut telah turun secara signifikan selama 48 jam terakhir karena saluran telepon telah dipulihkan seperti dikutip dari Euronews.

Lembah Vesdre, anak sungai Meuse yang meluap di bawah pengaruh hujan deras dan kejenuhan bendungan, adalah rumah bagi setidaknya setengah dari korban, menurut politisi setempat.

Para menteri lingkungan Uni Eropa, yang bertemu di Slovenia pada hari Selasa, juga akan mengheningkan cipta.

Sementara itu, Kanselir Jerman Angela Merkel akan mengunjungi Rhine-Westphalia Utara pada hari Selasa untuk berbicara dengan tim penyelamat dan bertemu dengan Menteri-Presiden wilayah Armin Laschet.

Baca juga: Air Mulai Surut, Korban Tewas Banjir Eropa Tembus 150 Jiwa

Jerman menjadi yang terparah dalam bencana banjir mematikan ini dengan dengan jumlah kematian yang tercatat hingga saat ini mencapai 165 dengan rincian 117 di Rhineland-Palatinate, 47 di Rhine-Westphalia Utara dan satu di Bavaria.

Selain itu hampir 750 orang juga terluka di Jerman karena banjir dan hampir 200 orang masih hilang.

Itu terjadi sehari setelah Merkel berjanji untuk meningkatkan sistem peringatan bencana di negara itu, yang dikritik keras sejak banjir.

"Pengalaman yang kami alami dengan bencana ini menunjukkan bahwa kami harus berbuat lebih banyak dan lebih baik," aku seorang juru bicara pemerintah Jerman.

Presiden perlindungan sipil Armin Schuster meminta radio publik untuk "kembalinya sirene tua yang baik", agar tidak hanya mengandalkan alat digital tetapi sistem sirene sebuah warisan Perang Dingin untuk memperingatkan jika terjadi serangan nuklir pada khususnya.

Baca juga: Banjir Bandang Tewaskan 92 Orang di Jerman dan Belgia, Merkel Shock

Namun cara ini terbukti tidak efektif pada September 2020, ketika ujian besar di tingkat nasional berubah menjadi kegagalan. Beberapa sirene tidak berbunyi karena masalah teknis, dan beberapa distrik menghapusnya sama sekali, menganggapnya tidak berguna.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Berita Terkini
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Infografis
Menkes: Orang Gaji Rp15...
Menkes: Orang Gaji Rp15 Juta Pasti Lebih Sehat dan Pintar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved