Penelitian: Kematian Akibat Tsunami COVID-19 India 10 Kali Lipat Jumlah Resmi

Selasa, 20 Juli 2021 - 17:12 WIB
loading...
Penelitian: Kematian...
Penelitian terbaru menyebutkan kematian selama pandemi COVID-19 di India 10 kali lipat dari jumlah resmi. Foto/Ilustrasi
A A A
NEW DELHI - Jumlah kematian akibat COVID-19 di India selama pandemi bisa jadi 10 kali lipat dari jumlah resmi, kemungkinan menjadikannya tragedi manusia terburuk di India modern. Hal itu berdasarkan penelitian paling komprehensif tentang kerusakan akibat virus Corona baru di negara Asia selatan itu.

Sebagian besar ahli percaya jumlah kematian resmi akibat COVID-19 di India yang mencapai lebih dari 414.000 adalah jumlah yang sangat kecil, tetapi pemerintah negara itu telah mengabaikan kekhawatiran tersebut dan menganggapnya sebagai berlebihan dan menyesatkan.

Laporan yang dirilis Selasa (20/7/2021) memperkirakan kelebihan kematian - kesenjangan antara yang tercatat dan yang diperkirakan - antara 3 juta hingga 4,7 juta antara Januari 2020 dan Juni 2021. Dikatakan angka yang akurat mungkin terbukti sulit dipahami tetapi jumlah kematian yang sebenarnya kemungkinan akan menjadi urutan besarnya lebih besar dari hitungan resmi.

Laporan tersebut diterbitkan oleh Arvind Subramanian, mantan kepala penasihat ekonomi pemerintah India, dan dua peneliti lain di Pusat Pengembangan Global dan Universitas Harvard.

Dalam laporannya, mereka mengatakan penghitungan itu bisa saja meleset dari jumlah kematian yang terjadi di rumah sakit yang kewalahan atau saat perawatan kesehatan tertunda atau terganggu, terutama selama gelombang puncak yang menghancurkan pada awal tahun ini.

Baca juga: Gagal Atasi COVID-19, 12 Menteri India Mundur Sekaligus

“Kematian yang sebenarnya mungkin dalam beberapa juta bukan ratusan ribu, membuat ini bisa dibilang sebagai tragedi kemanusiaan terburuk di India sejak Pemisahan dan kemerdekaan,” kata laporan itu seperti dikutip dari AP.

Pemisahan anak benua India yang dikuasai Inggris menjadi India dan Pakistan yang merdeka pada tahun 1947 menyebabkan pembunuhan hingga 1 juta orang karena geng-geng Hindu dan Muslim saling membantai.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Mengejutkan! 92% Warga...
Mengejutkan! 92% Warga Israel Yakin Negaranya Kalah Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
Terus Waspada, Kasus...
Terus Waspada, Kasus Covid-19 Meningkat 15 Kali Lipat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved