China Harusnya Tak Marah Indonesia Beli Rudal Supersonik BrahMos India

Selasa, 04 Februari 2025 - 11:41 WIB
loading...
China Harusnya Tak Marah...
Para pakar menilai China seharusnya tak marah Indonesia membeli rudal jelajah supersonik BrahMos India. Foto/TASS/DPA
A A A
NEW DELHI - India dan Indonesia sedang dalam tahap akhir negosiasi kesepakatan senilai USD450 juta untuk ekspor rudal jelajah supersonik BrahMos.

Jika selesai, Indonesia akan menjadi negara ASEAN kedua, setelah Filipina, yang memperoleh sistem rudal tersebut.

Selama kunjungan Presiden Indonesia Prabowo Subianto baru-baru ini ke New Delhi, di mana dia menjadi tamu kehormatan di Hari Republik India, dia bertemu dengan CEO BrahMos Jaiteerth Joshi di hadapan Perdana Menteri India Narendra Modi.

Delegasi tingkat tinggi yang dipimpin oleh Kepala Angkatan Laut Indonesia Laksamana Muhammad Ali juga mengunjungi fasilitas BrahMos.

Baca Juga: Indonesia Beli Rudal BrahMos India Senilai Rp7,3 Triliun

Rudal tersebut, yang dikembangkan bersama oleh India dan Rusia, telah menarik perhatian beberapa negara di Asia Tenggara dan Timur Tengah, yang ingin mendapatkan versi yang berbasis di pantai dan yang dipasang di kapal.

Para pakar percaya bahwa pengadaan rudal tersebut merupakan bagian dari strategi Indonesia yang lebih luas untuk meningkatkan kekuatan Angkatan Laut-nya dan memodernisasi militernya di tengah meningkatnya masalah keamanan terkait dengan ambisi teritorial dan ketegasan China di kawasan Laut China Selatan.

China mengejar ambisi teritorial di Laut China Selatan melalui kombinasi taktik koersif dan peningkatan militer, meskipun ada klaim yang tumpang tindih oleh Brunei, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

Srikanth Kondapalli, seorang profesor studi China di Universitas Jawaharlal Nehru, mengatakan kepada DW bahwa tawaran India memasok Indonesia dengan rudal jelajah supersonik BrahMos berada pada tahap negosiasi yang maju dan tidak boleh dianggap sebaliknya.

"Saya tidak berpikir India khawatir tentang hal itu. China bahkan telah mentransfer rudal nuklir dan balistik ke Pakistan dan kapal selam ke Myanmar, Bangladesh, dan negara-negara lain, sehingga mengganggu keamanan India," kata Kondapalli.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Trump: Uranium Iran...
Trump: Uranium Iran Akan Dimusnahkan
Rekomendasi
Jerman vs Curacao: Sang...
Jerman vs Curacao: Sang Debutan Jadi Ujian Perdana Die Mannschaft
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Hari Kedua Diserbu Talenta Muda Berprestasi
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Berita Terkini
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Infografis
Kwik Kian Gie, Ekonom...
Kwik Kian Gie, Ekonom yang Lantang Suarakan Indonesia Tak Boleh Tergantung IMF
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved