Kelompok Tempur Kapal Induk Inggris Memasuki Samudra Hindia

Jum'at, 16 Juli 2021 - 20:24 WIB
loading...
Kelompok Tempur Kapal...
Kelompok tempur kapal induk Inggris, HMS Queen Elizabeth, memasuki Samudera Hindia untuk melakukan latihan dengan Angkatan Laut India. Foto/Ilustrasi
A A A
LONDON - Kelompok tempur kapal induk Inggris memasuki Samudera Hindia setelah serangkaian pertempuran dan operasi di Mediterania. Armada tersebut diperkirakan akan mengunjungi 40 negara, termasuk India, Jepang, Korea Selatan (Korsel), dan Singapura, dalam penyebaran yang mencakup 26.000 mil laut.

Kementerian Pertahanan Inggris dalam sebuah pernyataan mengatakan dipimpin oleh kapal induk generasi kelima seberat 65.000 ton HMS Queen Elizabeth dalam perjalanan perdananya, kelompok tempur kapal induk Inggris telah memasuki Samudra Hindia dan berlayar menuju India untuk melakukan latihan maritim rutin dengan Angkatan Laut negara itu.

HMS Queen Elizabeth membawa delapan jet cepat F-35B Lightning II, empat helikopter serang maritim Wildcat, tujuh helikopter anti-kapal selam dan peringatan dini udara Merlin Mk 2, serta tiga helikopter komando Merlin Mk 4, dan dikawal oleh enam kapaldansebuah kapal selam Angkatan Laut Inggris, sebuah kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dan sebuah fregat dari Belanda.

Baca juga: Kapal Induk Terbaru Inggris Perangi ISIS, Rusia Terpancing Adu Kuat

"Pengerahan kelompok tempur Kapal Induk Inggris adalah momen besar bagi pertahanan Inggris saat kami mengembangkan kemampuan canggih ini di seluruh dunia," kata Menteri Pertahanan Ben Wallace seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (16/7/2021).

Wallace mengklaim bahwa itu juga menggambarkan komitmen abadi London untuk pertahanan dan keamanan global.

"Memperkuat aliansi kami yang ada dan menjalin kemitraan baru dengan negara-negara yang berpikiran sama saat kami menghadapi tantangan abad ke-21," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
AS Habiskan Rp671 Triliun...
AS Habiskan Rp671 Triliun untuk Perang Lawan Iran, Minta Tambahan Anggaran Lagi
Rekomendasi
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved