Govindan Gopalakrishnan, Pria Hindu yang Arsiteki Puluhan Masjid
Kamis, 15 Juli 2021 - 15:24 WIB
loading...
Govindan Gopalakrishnan, 85, pria Hindu yang mendesain puluhan masjid di India. Foto/Govindan Gopalakrishnan via Al Jazeera
A
A
A
NEW DELHI - Govindan Gopalakrishnan, 85, adalah pria Hindu di India . Namun dia telah menjadi arsitek untuk puluhan masjid, empat gereja, dan sebuah kuil di negara itu.
Lantaran berjasa mendesain puluhan masjid di negara mayoritas Hindu, Gopalakrishnan dijuluki "Mosque Man [Manusia Masjid]".
Baca juga: Iron Dome Nyaris Merudal Jatuh Jet Tempur F-15 Israel saat Perang Gaza
Mendesain banyak masjid dalam kariernya selama enam dekade adalah kecintaannya pada apa yang dia sebut “kesatuan umat manusia”.
Dia terkenal sebagai arsitek bangunan tua yang menyimpan salinan Al-Qur'an, Alkitab, dan kitab suci Hindu; Gita, di rumahnya yang sederhana di kota Thiruvananthapuram di Kerala, India selatan. Dia mengatakan bahwa dia sangat percaya pada kerukunan beragama.
“Saya menjalankan roza (puasa) selama bulan suci Ramadhan serta puasa 41 hari selama ziarah Sabarimala. Istri saya adalah seorang Kristen, jadi saya bergabung dengannya untuk puasa Paskah juga,” paparnya tersenyum, mengacu pada Jaya, pasangannya selama 60 tahun.
“Salah satu dari dua putra saya menikah dengan seorang wanita Muslim. Saya menyambut semua agama di rumah saya dan memberi mereka rasa hormat yang sama.”
Karier arsitek otodidaknya, katanya, dimulai segera setelah menyelesaikan sekolah karena dia tidak mampu melanjutkan studi ke perguruan tinggi lantaran kesulitan keuangan yang dihadapi oleh keluarganya.
Sebaliknya, dia bergabung dengan ayahnya, seorang kontraktor bangunan, sebagai pekerja magang.
Gopalakrishnan muda memulai dengan menelusuri cetak biru bangunan yang sedang dibangun oleh ayahnya di buku catatannya. Dia kemudian membandingkan detailnya dengan struktur aslinya, membombardir ayahnya dengan pertanyaan tentang teknik, siluet, dan skema warna.
Sementara itu, dia juga menjalin persahabatan dengan LA Saldana, seorang juru gambar Anglo-India yang bereputasi pada tahun 1960-an, yang mengajarinya dasar-dasar membuat sketsa dan menggambar.
“Saya juga bekerja sebagai [pekerja] magang tidak dibayar di Departemen Pekerjaan Umum Kerala yang membantu saya dalam karya saya dan kemudian mulai membantu ayah saya dalam rekonstruksi masjid Palayam yang ikonik di Kerala,” katanya kepada Al Jazeera, kemarin.
“Strukturnya membutuhkan waktu lima tahun untuk dibangun kembali dan merupakan pengalaman belajar yang luar biasa. Itu membuat saya menyadari bahwa arsitektur adalah panggilan saya,” kenang Gopalakrishnan, yang telah mengumpulkan banyak pekerjaan yang terdiri dari ruang komersial dan perumahan serta pusat perbelanjaan dan pusat komunitas.
Lantaran berjasa mendesain puluhan masjid di negara mayoritas Hindu, Gopalakrishnan dijuluki "Mosque Man [Manusia Masjid]".
Baca juga: Iron Dome Nyaris Merudal Jatuh Jet Tempur F-15 Israel saat Perang Gaza
Mendesain banyak masjid dalam kariernya selama enam dekade adalah kecintaannya pada apa yang dia sebut “kesatuan umat manusia”.
Dia terkenal sebagai arsitek bangunan tua yang menyimpan salinan Al-Qur'an, Alkitab, dan kitab suci Hindu; Gita, di rumahnya yang sederhana di kota Thiruvananthapuram di Kerala, India selatan. Dia mengatakan bahwa dia sangat percaya pada kerukunan beragama.
“Saya menjalankan roza (puasa) selama bulan suci Ramadhan serta puasa 41 hari selama ziarah Sabarimala. Istri saya adalah seorang Kristen, jadi saya bergabung dengannya untuk puasa Paskah juga,” paparnya tersenyum, mengacu pada Jaya, pasangannya selama 60 tahun.
“Salah satu dari dua putra saya menikah dengan seorang wanita Muslim. Saya menyambut semua agama di rumah saya dan memberi mereka rasa hormat yang sama.”
Karier arsitek otodidaknya, katanya, dimulai segera setelah menyelesaikan sekolah karena dia tidak mampu melanjutkan studi ke perguruan tinggi lantaran kesulitan keuangan yang dihadapi oleh keluarganya.
Sebaliknya, dia bergabung dengan ayahnya, seorang kontraktor bangunan, sebagai pekerja magang.
Gopalakrishnan muda memulai dengan menelusuri cetak biru bangunan yang sedang dibangun oleh ayahnya di buku catatannya. Dia kemudian membandingkan detailnya dengan struktur aslinya, membombardir ayahnya dengan pertanyaan tentang teknik, siluet, dan skema warna.
Sementara itu, dia juga menjalin persahabatan dengan LA Saldana, seorang juru gambar Anglo-India yang bereputasi pada tahun 1960-an, yang mengajarinya dasar-dasar membuat sketsa dan menggambar.
“Saya juga bekerja sebagai [pekerja] magang tidak dibayar di Departemen Pekerjaan Umum Kerala yang membantu saya dalam karya saya dan kemudian mulai membantu ayah saya dalam rekonstruksi masjid Palayam yang ikonik di Kerala,” katanya kepada Al Jazeera, kemarin.
“Strukturnya membutuhkan waktu lima tahun untuk dibangun kembali dan merupakan pengalaman belajar yang luar biasa. Itu membuat saya menyadari bahwa arsitektur adalah panggilan saya,” kenang Gopalakrishnan, yang telah mengumpulkan banyak pekerjaan yang terdiri dari ruang komersial dan perumahan serta pusat perbelanjaan dan pusat komunitas.
Lihat Juga :