Saudi Gelar Simposium Upaya Pastikan Keselamatan Jamaah Haji Saat Pandemi
Rabu, 14 Juli 2021 - 19:32 WIB
loading...
Simposium ini digelar untuk menyoroti upaya Saudi dalam melayani pengunjung Dua Masjid Suci dan jemaah haji selama pandemi Covid-19. Foto/REUTERS
A
A
A
MAKKAH - Gubernur Wilayah Madinah, Pangeran Faisal bin Salman bin Abdulaziz, meresmikan simposium "Upaya Arab Saudi Melayani Jamaah, Pengunjung Dua Masjid Suci selama Pandemi Covid-19". Simposium ini digelar untuk menyoroti upaya Saudi dalam melayani pengunjung Dua Masjid Suci dan jemaah haji selama pandemi Covid-19.
Dia mengatakan, Saudi telah membuktikan pendekatan profesionalnya dalam menangani pandemi, melalui upaya bersama semua lembaga pemerintah, sipil dan amal, dalam sistem kerja yang terkoordinasi dan berkelanjutan, yang telah mencapai hasil yang sangat positif dalam membatasi penyebaran dan mengendalikan virus.
Faisal menuturkan bahwa mengingat berlanjutnya pandemi dan risiko penyebaran infeksi selama pertemuan massal, dan dengan apa yang dunia saksikan tentang adanya varian baru dari virus ini, Saudi ingin agar haji diadakan di lingkungan yang terorganisir dan dalam jumlah terbatas untuk memastikan keselamatan manusia, dan pelaksanaan ritual dalam suasana yang aman.
Mufti Besar Saudi dan Ketua Dewan Cendekiawan Senior dan Presiden Umum Penelitian Ilmiah dan Ifta, Sheikh Abdulaziz bin Abdullah Al-Sheikh menyampaikan bahwa kepemimpinanSaudi menganggap pelayanan jamaah haji sebagai suatu kehormatan dan kebanggaan bagi mereka. Saudi juga menganggapnya sebagai kewajiban mereka terhadap umat Muslim.
Sheikh Abdulaziz menjelaskan bahwa Saudi telah menempatkan keselamatan jemaah haji di garis depan keprihatinannya, berdasarkan keinginannya untuk mencapai kepentingan umat Islam, melestarikan segala sesuatu yang bermanfaat bagi mereka dan memastikan keselamatan, dan menjauhkan segala sesuatu yang merugikan mereka.
Dia mengatakan, Saudi telah membuktikan pendekatan profesionalnya dalam menangani pandemi, melalui upaya bersama semua lembaga pemerintah, sipil dan amal, dalam sistem kerja yang terkoordinasi dan berkelanjutan, yang telah mencapai hasil yang sangat positif dalam membatasi penyebaran dan mengendalikan virus.
Faisal menuturkan bahwa mengingat berlanjutnya pandemi dan risiko penyebaran infeksi selama pertemuan massal, dan dengan apa yang dunia saksikan tentang adanya varian baru dari virus ini, Saudi ingin agar haji diadakan di lingkungan yang terorganisir dan dalam jumlah terbatas untuk memastikan keselamatan manusia, dan pelaksanaan ritual dalam suasana yang aman.
Mufti Besar Saudi dan Ketua Dewan Cendekiawan Senior dan Presiden Umum Penelitian Ilmiah dan Ifta, Sheikh Abdulaziz bin Abdullah Al-Sheikh menyampaikan bahwa kepemimpinanSaudi menganggap pelayanan jamaah haji sebagai suatu kehormatan dan kebanggaan bagi mereka. Saudi juga menganggapnya sebagai kewajiban mereka terhadap umat Muslim.
Sheikh Abdulaziz menjelaskan bahwa Saudi telah menempatkan keselamatan jemaah haji di garis depan keprihatinannya, berdasarkan keinginannya untuk mencapai kepentingan umat Islam, melestarikan segala sesuatu yang bermanfaat bagi mereka dan memastikan keselamatan, dan menjauhkan segala sesuatu yang merugikan mereka.
Lihat Juga :