Bertemu di Qatar, Delegasi Afghanistan dan Taliban Akan Gelar Pembicaraan Damai

Rabu, 14 Juli 2021 - 04:38 WIB
loading...
Bertemu di Qatar, Delegasi...
Mantan presiden Afghanistan Hamid Karzai. Foto/AP
A A A
KABUL - Delegasi pemerintah Afghanistan , yang akan mencakup kepala dewan rekonsiliasi negara itu, akan bertemu dengan Taliban di Doha untuk memulai proses perdamaian yang telah lama terhenti. Hal itu diungkapkan dua pejabat Afghanistan.

Kedua pejabat tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan Taliban diperkirakan akan membawa para pemimpin senior mereka ke meja dialog ketika kedua belah pihak bertemu, mungkin pada hari Jumat. Taliban mempertahankan kantor politik di ibukota Qatar, Doha.

Perundingan yang direncanakan di Doha akan dipimpin oleh Abdullah Abdullah, yang mengepalai dewan rekonsiliasi Afghanistan. Mereka dilaporkan dimaksudkan untuk merencanakan jalan ke depan yang dapat mengakhiri kekerasan yang terus meningkat sejak AS menandatangani kesepakatan dengan Taliban pada Februari tahun lalu.

Upaya terbaru untuk merevitalisasi pembicaraan damai datang ketika Amerika Serikat (AS) mengakhiri perang di Afghanistan. Perkembangan itu terjadi setelah komandan AS yang akan keluar Jenderal Scott Miller memperingatkan bahwa meningkatnya kekerasan sangat merusak peluang Afghanistan untuk menemukan akhir damai dari perang selama beberapa dekade.

Pembicaraan itu juga terjadi ketika pejuang Taliban menyerbu distrik demi distrik mengambil kendali petak-petak besar negara itu. Meskipun jumlah pasti distrik yang sekarang di bawah kendali Taliban tidak diketahui, diyakini bahwa mereka sekarang memerintah di lebih dari sepertiga dari 421 distrik dan pusat distrik Afghanistan.

Beberapa distrik strategis, berbatasan dengan tetangga Iran, Uzbekistan dan Tajikistan. Lonjakan itu juga mengungkap kelemahan dalam Pasukan Keamanan dan Pertahanan Nasional Afghanistan karena banyak distrik jatuh tanpa perlawanan dan lebih dari 1.000 tentara melarikan diri ke Tajikistan. Ada laporan tentang pasukan yang tidak menerima pasokan atau dibiarkan tanpa bala bantuan, sering kali kalah senjata dan kalah jumlah dengan Taliban.

Baca juga: Cengkeraman Taliban Meluas, 1.000 Tentara Afghanistan Kabur ke Tajikistan

Sementara Taliban telah berusaha untuk menunjukkan gambar tentara yang menyerah secara damai, ada laporan pembunuhan dan kekejaman yang dilakukan.

Baca juga: Beredar Video Taliban Eksekusi 22 Pasukan Komando Afghanistan

Sementara itu mantan presiden Hamid Karzai, yang diharapkan menjadi salah satu delegasi Kabul untuk berpartisipasi dalam pembicaraan Doha, mengadakan konferensi pers di Ibu Kota Afghanistan, Kabul. Ia mengatakan perdamaian akan datang ke Afghanistan dan mendesak pemuda negara itu untuk tinggal di negara itu.

Karzai meminta pemerintah untuk memanfaatkan momen ini dan terus maju menuju perdamaian.

"Saya ingin meminta pemerintah Afghanistan untuk tidak melewatkan kesempatan untuk perdamaian, melakukan yang terbaik untuk membuat perdamaian dan menciptakan pemerintahan nasional melalui perdamaian," kata Karzai.

"Saya ingin mengatakan di kedua sisi bahwa Anda adalah pemilik tanah ini, duduk satu sama lain dan berdamai," imbuhnya seperti dikutip dari AP, Rabu (14/7/2021).

Dia mengungkapkan harapan bahwa suatu hari Afghanistan akan memiliki seorang wanita sebagai presiden.

“Negara ini memiliki segalanya, pemuda, orang-orang terpelajar. Saya menyerukan kepada generasi muda untuk tidak meninggalkan negara Anda, tetap di sini. Anda harus percaya pada negara Anda, perdamaian akan datang," imbaunya.

“Saya mengajak perempuan untuk terus bekerja di kantor dan melanjutkan pendidikan. Saya berharap saatnya tiba bahwa seorang wanita akan menjadi presiden Afghanistan,” harapnya.

Desakan Karzai datang saat Prancis mendesak warganya untuk meninggalkan Afghanistan dan mengumumkan akan mengatur penerbangan khusus pada Sabtu untuk mengevakuasi mereka dari Kabul. Tidak ada indikasi Kedutaan Besar Prancis akan ditutup.

Australia telah menutup kedutaannya. Sementara AS telah berhemat, ia mengatakan tidak memiliki rencana untuk mengevakuasi dan mengumumkan bagian visanya telah dibuka kembali setelah ditutup sementara karena wabah COVID-19.

Meski mantan presiden telah berbicara tentang perdamaian, ledakan kembali mengguncang Ibu Kota Kabul. Sedikitnya empat orang tewas dan melukai 11 lainnya, menurut juru bicara polisi Ferdaws Faramaz.

Tidak ada yang segera mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Taliban dan pemerintah saling menuduh melakukan serangan di ibu kota, sementara kelompok Negara Islam seringkali menjadi satu-satunya yang mengklaim serangan.

Baca juga: Serangan Taliban Makin Gila-gilaan, Bandara Kabul Dipasang Sistem Rudal
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Dunia Serukan Penghentian...
Dunia Serukan Penghentian Segera Perang Afghanistan dan Pakistan
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Mensesneg Sebut Prabowo...
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
Otto Media Grup dan...
Otto Media Grup dan SOMETHINC Dorong Kolaborasi Bisnis Kreator
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok 1,72%, Terperosok ke Bawah 6.000
Berita Terkini
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Infografis
Daftar Pemain dan Jadwal...
Daftar Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved