Intelijen Amerika: Serangan Militer AS Sudah Tewaskan 500 Milisi Houthi

Selasa, 22 April 2025 - 11:09 WIB
loading...
Intelijen Amerika: Serangan...
Serangan militer AS di Yaman dilaporkan sudah menewaskan 500 milisi Houthi sejak bulan lalu. Foto/Mehr News
A A A
SANAA - Penilaian intelijen Amerika Serikat (AS) menyebutkan antara 500 hingga 600 milisi Houthi telah tewas dalam serangan militer Amerika di Yaman sejak bulan lalu.

Para pejabat dan sumber AS yang mengetahui penilaian intelijen itu mengatakan mereka yang tewas termasuk tokoh berpangkat tinggi, termasuk operator sistem rudal dan ahli pesawat nirawak.

Meskipun AS telah melakukan serangan udara dan laut setiap hari selama lebih dari lima minggu, mereka tetap bungkam tentang hasil operasi militer tersebut.

Baca Juga: AS Bombardir Pelabuhan Bahan Bakar Yaman yang Dikuasai Houthi, 38 Orang Tewas

Seorang pejabat Amerika mengatakan jumlah milisi Houthi yang tewas diperkirakan akan meningkat seiring meluasnya operasi ke wilayah baru Yaman.

Beberapa kamp pelatihan Houthi telah dihancurkan oleh serangan AS, tanpa ada yang selamat di antara para milisi, kata sumber AS kepada Al Arabiya English, Selasa (22/4/2025).

Para pejabat Amerika mengatakan Houthi telah menekan keluarga milisi yang terbunuh untuk tetap diam, sementara hanya mengakui kematian anggota berpangkat rendah untuk menghindari memicu kepanikan di antara basis pendukung mereka.

Dalam beberapa kasus, ketika penduduk setempat memposting informasi daring tentang mereka yang terbunuh, kelompok itu dengan cepat meluncurkan kampanye disinformasi di media sosial.

Hal ini telah menghalangi banyak orang untuk berkomentar secara terbuka tentang kampanye pengeboman AS yang sedang berlangsung.

Namun, dalam satu kasus baru-baru ini, seorang warga negara Yaman menggunakan X untuk mengeklaim bahwa lebih dari 650 anggota Houthi telah terbunuh.

Sheikh Jamal al-Maamari, yang sebelumnya ditawan oleh Houthi, menerbitkan daftar nama, pangkat, dan lokasi dari mereka yang katanya terbunuh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Dahsyatnya Gempa M7,8...
Dahsyatnya Gempa M7,8 di Filipina, Dasar Laut Terangkat 2 Meter Terumbu Karang Menyembul
Rekomendasi
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
SPMB Jateng 2026 Dibuka,...
SPMB Jateng 2026 Dibuka, Cek Tata Cara Pemilihan Sekolah Tujuan
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Berita Terkini
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved