Arab Saudi Bebaskan 2 Aktivis Perempuan setelah Hampir 3 Tahun Dipenjara
Senin, 28 Juni 2021 - 08:20 WIB
loading...
A
A
A
Al-Sadah, dari provinsi Qatif yang berpenduduk mayoritas Syiah, juga telah mengampanyekan hak mengemudi dan menghapuskan sistem perwalian. Dia adalah kandidat dalam pemilu lokal 2015, seorang perempuan yang mencalonkan diri dalam pemilu untuk pertama kalinya.
Baca juga: Media Pemerintah: Kim Jong-un Menjadi Kurus, Warga Korut Menangis
Namanya akhirnya dihapus oleh pihak berwenang dari daftar calon anggota dewan.
Beberapa aktivis hak-hak perempuan yang ditangkap pada 2018 termasuk Eman al-Nafjan, Loujain al-Hathloul, Aziza al-Yousef, Aisha al-Manea, Ibrahim Modeimigh dan Mohammed al-Rabea.
Meskipun pihak berwenang mencabut larangan mengemudi bagi perempuan yang telah berlangsung puluhan tahun, otoritas Arab Saudi membenarkan penangkapan tersebut dengan mengatakan para aktivis memiliki kontak yang mencurigakan dengan entitas asing dan menawarkan dukungan keuangan kepada "musuh di luar negeri".
Baca juga: Media Pemerintah: Kim Jong-un Menjadi Kurus, Warga Korut Menangis
Namanya akhirnya dihapus oleh pihak berwenang dari daftar calon anggota dewan.
Beberapa aktivis hak-hak perempuan yang ditangkap pada 2018 termasuk Eman al-Nafjan, Loujain al-Hathloul, Aziza al-Yousef, Aisha al-Manea, Ibrahim Modeimigh dan Mohammed al-Rabea.
Meskipun pihak berwenang mencabut larangan mengemudi bagi perempuan yang telah berlangsung puluhan tahun, otoritas Arab Saudi membenarkan penangkapan tersebut dengan mengatakan para aktivis memiliki kontak yang mencurigakan dengan entitas asing dan menawarkan dukungan keuangan kepada "musuh di luar negeri".
(min)
Lihat Juga :