Acara LGBT Gambarkan Yesus Wanita Transgender Picu Kemarahan Umat Kristen
Sabtu, 12 Juni 2021 - 02:20 WIB
loading...
dramawan Jo Clifford menampilkan dramanya Eve selama sesi pemotretan untuk Edinburgh Festival Fringe di teater Traverse pada 30 Juli 2017 di Edinburgh, Inggris. Foto/Newsweek
A
A
A
LONDON - Sebuah acara virtual bertemakan Kebanggaan (Pride) yang ditujukan bagi kaum LGBTQ memicu aksi protes dari kelompok dan umat Kristen . Pasalnya, drama yang ditampilkan dalam acara itu menampilkan Yesus Kristus sebagai seorang wanita transgender .
Pertunjukan drama tunggal dramawan transgender yang berbasis di Edinburgh, Jo Clifford, berjudul The Gospel According to Jesus, Queen of Heaven, menuai kecaman kelompok dan umat Kristen di Inggris. Mereka melabeli pementasan drama itu sangat menyedihkan dan ofensif.
Dalam pertunjukkan itu, Clifford menampilkan Yesus sebagai wanita transgender di masa sekarang. Para kritikus memuji produksi panggung karena membayangkan kembali dunia yang lebih toleran melalui penggambaran pesan cinta Kristiani.
Meskipun telah menarik ulasan positif, The Gospel According to Jesus, Queen of Heaven telah lama menimbulkan kemarahan dari kelompok-kelompok Kristen.
Baca juga: Pastor TB Joshua Pembenci LGBT dan Dijuluki Nabi Telah Meninggal
The Christian Institute, sebuah badan amal Kristen non-denominasi yang mengadvokasi kemajuan dan promosi agama Kristen di Inggris, merilis sebuah pernyataan yang mencela Education Institute of Scotland (EIS), sebagai pihak penyelenggara, karena menampilkan Clifford dalam acaranya.
"Drama ini dengan sengaja membayangkan kembali Yesus sebagai seorang wanita transgender dan memasukkan kata-kata ke dalam mulutnya yang tidak pernah dia katakan, salah mengartikannya," kata petugas pendidikan The Christian Institute, John Denning.
Pertunjukan drama tunggal dramawan transgender yang berbasis di Edinburgh, Jo Clifford, berjudul The Gospel According to Jesus, Queen of Heaven, menuai kecaman kelompok dan umat Kristen di Inggris. Mereka melabeli pementasan drama itu sangat menyedihkan dan ofensif.
Dalam pertunjukkan itu, Clifford menampilkan Yesus sebagai wanita transgender di masa sekarang. Para kritikus memuji produksi panggung karena membayangkan kembali dunia yang lebih toleran melalui penggambaran pesan cinta Kristiani.
Meskipun telah menarik ulasan positif, The Gospel According to Jesus, Queen of Heaven telah lama menimbulkan kemarahan dari kelompok-kelompok Kristen.
Baca juga: Pastor TB Joshua Pembenci LGBT dan Dijuluki Nabi Telah Meninggal
The Christian Institute, sebuah badan amal Kristen non-denominasi yang mengadvokasi kemajuan dan promosi agama Kristen di Inggris, merilis sebuah pernyataan yang mencela Education Institute of Scotland (EIS), sebagai pihak penyelenggara, karena menampilkan Clifford dalam acaranya.
"Drama ini dengan sengaja membayangkan kembali Yesus sebagai seorang wanita transgender dan memasukkan kata-kata ke dalam mulutnya yang tidak pernah dia katakan, salah mengartikannya," kata petugas pendidikan The Christian Institute, John Denning.
Lihat Juga :