Visa Ekspatriat di Negara-negara dalam Larangan Perjalanan Arab Saudi Diperpanjang hingga 31 Juli

Rabu, 09 Juni 2021 - 06:05 WIB
loading...
Visa Ekspatriat di Negara-negara...
Petugas imigrasi memeriksa pelancong di bandara Arab Saudi. Foto/saudi gazette
A A A
RIYADH - Validitas iqama (izin tinggal), visa keluar dan masuk kembali ke Arab Saudi , serta visa kunjungan ekspatriat, yang saat ini terdampar di negara-negara yang menghadapi larangan perjalanan, akan diperpanjang hingga 31 Juli 2021 tanpa biaya.

Kebijakan itu dilaporkan Saudi Press Agensi pada Selasa (9/6).

Perpanjangan gratis masa berlaku iqama dan visa yang diberikan Kementerian Keuangan atas arahan Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman adalah bagian dari upaya berkelanjutan yang diambil pemerintah untuk memastikan keselamatan warga dan penduduk dan untuk mengurangi dampak ekonomi dan keuangan pada mereka.

Baca juga: 800 Penjahat di Dunia Ditangkap Gara-gara ‘Terjerat’ Aplikasi Chat Buatan FBI

Menurut SPA, Direktorat Jenderal Paspor (Jawazat) telah mengkonfirmasi perpanjangan akan dilakukan secara otomatis bekerja sama dengan Pusat Informasi Nasional.

Baca juga: Minggu, ‘Hidup atau Mati’ Rezim Netanyahu Dipastikan dalam Voting Parlemen

Atas arahan Raja Salman, Direktorat Jenderal Paspor pada Selasa memperpanjang visa keluar dan masuk kembali ekspatriat yang terdampar di luar negeri hingga 7 Juli tanpa memungut biaya apa pun.

Baca juga: Misteri Perwira Intelijen Israel Tewas di Penjara, Publik Bertanya-tanya

Perpanjangan itu berlaku untuk penduduk dari negara-negara yang masuk dalam daftar merah yang saat ini menghadapi larangan bepergian karena pandemi penyakit virus corona (COVID-19).

Visa akan diperpanjang secara otomatis dan segera berlaku.

Validitas visa kunjungan orang-orang yang terdampar di Kerajaan juga akan diperpanjang hingga 7 Juli.

Sementara itu, Direktorat Urusan Kesehatan di Riyadh telah menutup satu laboratorium medis swasta yang terakreditasi untuk melakukan tes reaksi berantai polimerase (PCR) bagi mereka yang ingin bepergian ke luar Kerajaan.

Kementerian Kesehatan mengatakan telah mendeteksi sampel medis yang diangkut secara acak. Setelah menyita sampel dan melacak perjalanan virtual mereka, mereka menuju laboratorium Riyadh di mana beberapa pelanggaran termasuk memposting hasil negatif sampel yang belum sampai di laboratorium.

Pelanggaran lainnya termasuk tidak mematuhi prosedur kehati-hatian yang diberlakukan untuk memerangi pandemi, mengontrak terlalu banyak institusi medis yang mengakibatkan menerima lebih banyak sampel per hari daripada yang dapat diproses, serta beberapa pelanggaran lain yang mengharuskan penutupan laboratorium.

Kementerian menambahkan laboratorium dapat menghadapi denda, penangguhan lisensi, larangan mendapatkan lisensi lain selama dua tahun, atau penutupan permanen.

Kementerian sering melakukan inspeksi fasilitas laboratorium secara berkala dan tidak terencana, yang mencakup semua wilayah Kerajaan, setiap hari.

Pemerintah juga menanggapi semua laporan dan komunikasi atas dugaan pelanggaran yang diterima dari warga di nomor bebas pulsa 973.

Dr Abdullah Assiri, asisten wakil menteri kesehatan pencegahan, mengatakan di akun Twitter-nya bahwa Kerajaan Arab Saudi berusaha mencapai kekebalan kelompok sesegera mungkin sambil memberikan perlindungan maksimal untuk kelompok berisiko tinggi.

“Tujuan sementara adalah untuk memvaksinasi 70 persen dari mereka yang berusia 18 tahun ke atas, setidaknya satu dosis, pada akhir Juli 2021, (dan) menjadwalkan dosis kedua dalam waktu tiga bulan dari dosis pertama untuk kelompok berisiko tinggi,” papar dia.

Arab Saudi pada Selasa melaporkan 17 kematian terkait penyakit virus corona (COVID-19), menjadikan jumlah keseluruhan menjadi 7.488 orang.

Ada 1.261 kasus baru, yang berarti 459.968 orang di negara itu telah tertular penyakit tersebut. Sebanyak 9.698 kasus tetap aktif, dengan 1.580 pasien dalam kondisi kritis.

Kementerian mengatakan 922 pasien telah pulih dari penyakit itu, meningkatkan jumlah total pemulihan di Kerajaan menjadi 442.782 orang.

Arab Saudi sejauh ini telah melakukan 19.929.037 tes PCR, dengan 92.398 dilakukan dalam 24 jam terakhir.

Pusat pengujian dan pusat perawatan yang didirikan di seluruh negeri telah menangani ratusan ribu orang sejak wabah pandemi COVID-19.

Sementara itu, 15.130.213 orang di negara itu telah menerima suntikan COVID-19 hingga saat ini.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Permudah Layanan Jemaah...
Permudah Layanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia, BSI Bakal Hadir di Arab Saudi
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Selat Hormuz Ditutup...
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Adhyaksa FC Pindah Homebase...
Adhyaksa FC Pindah Homebase ke Kalimantan Tengah, Buka Peluang Ganti Nama Jadi Kalteng FC
MLSC All-Stars 2026:...
MLSC All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Berebut Gelar Juara di Kudus
Berita Terkini
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
Infografis
Arab Saudi Tangguhkan...
Arab Saudi Tangguhkan Visa Warga 14 Negara Termasuk Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved