Minggu, ‘Hidup atau Mati’ Rezim Netanyahu Dipastikan dalam Voting Parlemen

loading...
Minggu, ‘Hidup atau Mati’ Rezim Netanyahu Dipastikan dalam Voting Parlemen
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto/REUTERS
TEL AVIV - Nasib Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu akan dipastikan dalam voting di parlemen pada Minggu (13/6).

Pada hari itu, parlemen Israel akan menggelar mosi tidak percaya mengenai koalisi yang bertujuan mengakhiri kekuasaan Netanyahu selama 12 tahun berturut-turut. Itu artinya, voting itu menjadi ajang penentuan "hidup atau mati" rezim Netanyahu.

Ketua parlemen Israel Yariv Levin yang merupakan aliansi Netanyahu mengumumkan hal itu pada Selasa (8/6).

Baca juga: Koalisi dengan Partai Yahudi Israel, Partai Islam Arab Pamerkan Wajah Asli Ikhwanul Muslimin



"Debat dan pemungutan suara tentang pemerintahan baru akan berlangsung Minggu, 13 Juni 2021 selama sesi khusus parlemen," papar Levin.

Baca juga: Netanyahu: Koalisi Oposisi 'Buah' dari Kecurangan Pemilu Terbesar

Jika pemungutan suara itu mendukung aliansi delapan partai oposisi, maka akan mengakhiri era Netanyahu yang mendominasi politik Israel selama lebih dari satu dekade.

Baca juga: Mansour Abbas, Kingmaker dan Tokoh Islam di Balik Penggulingan Netanyahu

Netanyahu telah menghabiskan sepekan terakhir mencoba melawan aliansi oposisi yang dipersatukan hanya oleh permusuhan terhadap pemerintahannya.

Dia pun mendesak sayap kanan di jajarannya untuk menolak "pemerintah sayap kiri yang berbahaya" tersebut.



Blok anti-Netanyahu mencakup tiga partai sayap kanan, dua sayap tengah dan dua sayap kiri, bersama dengan satu partai konservatif Islam Arab.

Jika pemerintahan baru dikonfirmasi, lawan sayap kanan Netanyahu, Naftali Bennett, akan menjabat sebagai perdana menteri selama dua tahun ke depan, setelah itu arsitek tengah koalisi “perubahan”, Yair Lapid, akan mengambil alih.

Tuduhan pahit di sayap kanan dan kanan-jauh Israel mendorong dinas keamanan Israel mengeluarkan peringatan langka terhadap hasutan online.

Para musuh Netanyahu menganggap opini publik secara online itu adalah peringatan bagi perdana menteri Israel.

Netanyahu telah mencoba menggagalkan koalisi oposisi dengan mengupas para pembelot sayap kanan yang tidak nyaman bekerja dengan anggota parlemen sayap kiri dan Arab.

Kekhawatiran telah berkembang tentang demonstrasi kemarahan oleh pendukung Partai Likud yang dipimpin Netanyahu, termasuk protes di luar rumah anggota parlemen sayap kanan yang dituduh "mengkhianati" karena bergabung dengan koalisi oposisi.

Keamanan telah ditingkatkan untuk beberapa anggota parlemen. Situasi politik di Israel jelas sangat genting saat ini.
(sya)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top