Minggu, ‘Hidup atau Mati’ Rezim Netanyahu Dipastikan dalam Voting Parlemen

Rabu, 09 Juni 2021 - 00:01 WIB
loading...
Minggu, ‘Hidup atau...
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Nasib Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu akan dipastikan dalam voting di parlemen pada Minggu (13/6).

Pada hari itu, parlemen Israel akan menggelar mosi tidak percaya mengenai koalisi yang bertujuan mengakhiri kekuasaan Netanyahu selama 12 tahun berturut-turut. Itu artinya, voting itu menjadi ajang penentuan "hidup atau mati" rezim Netanyahu.

Ketua parlemen Israel Yariv Levin yang merupakan aliansi Netanyahu mengumumkan hal itu pada Selasa (8/6).

Baca juga: Koalisi dengan Partai Yahudi Israel, Partai Islam Arab Pamerkan Wajah Asli Ikhwanul Muslimin

"Debat dan pemungutan suara tentang pemerintahan baru akan berlangsung Minggu, 13 Juni 2021 selama sesi khusus parlemen," papar Levin.

Baca juga: Netanyahu: Koalisi Oposisi 'Buah' dari Kecurangan Pemilu Terbesar

Jika pemungutan suara itu mendukung aliansi delapan partai oposisi, maka akan mengakhiri era Netanyahu yang mendominasi politik Israel selama lebih dari satu dekade.

Baca juga: Mansour Abbas, Kingmaker dan Tokoh Islam di Balik Penggulingan Netanyahu

Netanyahu telah menghabiskan sepekan terakhir mencoba melawan aliansi oposisi yang dipersatukan hanya oleh permusuhan terhadap pemerintahannya.

Dia pun mendesak sayap kanan di jajarannya untuk menolak "pemerintah sayap kiri yang berbahaya" tersebut.

Blok anti-Netanyahu mencakup tiga partai sayap kanan, dua sayap tengah dan dua sayap kiri, bersama dengan satu partai konservatif Islam Arab.

Jika pemerintahan baru dikonfirmasi, lawan sayap kanan Netanyahu, Naftali Bennett, akan menjabat sebagai perdana menteri selama dua tahun ke depan, setelah itu arsitek tengah koalisi “perubahan”, Yair Lapid, akan mengambil alih.

Tuduhan pahit di sayap kanan dan kanan-jauh Israel mendorong dinas keamanan Israel mengeluarkan peringatan langka terhadap hasutan online.

Para musuh Netanyahu menganggap opini publik secara online itu adalah peringatan bagi perdana menteri Israel.

Netanyahu telah mencoba menggagalkan koalisi oposisi dengan mengupas para pembelot sayap kanan yang tidak nyaman bekerja dengan anggota parlemen sayap kiri dan Arab.

Kekhawatiran telah berkembang tentang demonstrasi kemarahan oleh pendukung Partai Likud yang dipimpin Netanyahu, termasuk protes di luar rumah anggota parlemen sayap kanan yang dituduh "mengkhianati" karena bergabung dengan koalisi oposisi.

Keamanan telah ditingkatkan untuk beberapa anggota parlemen. Situasi politik di Israel jelas sangat genting saat ini.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Banyak Manfaat jika Mau Berdamai, tapi...
Rekomendasi
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
Gading Serpong Perkuat...
Gading Serpong Perkuat Posisi sebagai Koridor Komersial
Berita Terkini
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Infografis
Iran Serukan Hukuman...
Iran Serukan Hukuman Mati untuk PM Benjamin Netanyahu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved