AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:44 WIB
loading...
AS dan Iran Sepakat...
PM Benjamin Netanyahu jadi sasaran kemarahan warga Israel setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan awal untuk akhiri perang. Foto/Avi Ohayon/GPO Israel
A A A
TEL AVIV - Banyak warga Israel dari berbagai spektrum politik bereaksi marah pada hari Senin terhadap berita kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Mereka menyebutnya sebagai bencana bagi Israel dan mengarahkan kemarahan kepada satu orang; Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu.

Pemimpin Israel itu mengatakan pada konferensi pers hari Senin bahwa dengan atau tanpa kesepakatan tersebut, dia akan terus berjuang untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Teheran sendiri telah berulang kali menegaskan tidak berupaya memperoleh senjata tersebut, dengan mengatakan program nuklirnya untuk tujuan sipil.

Baca Juga: Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran

“Selama saya masih menjabat sebagai perdana menteri Israel, hal itu tidak akan terjadi,” kata Netanyahu, menekankan bahwa kesepakatan itu dibuat oleh Amerika Serikat, bukan Israel, dan bahwa dia tidak bergeming atas permintaan Iran agar penarikan Israel dari Lebanon menjadi bagian dari pakta tersebut.

“Iran ingin kami menarik diri dari sana, tetapi itu tidak terjadi. Tahukah Anda mengapa itu tidak terjadi, di antara alasan lainnya? Karena saya sangat, sangat teguh,” katanya, seperti dikutip AP, Selasa (16/6/2026).

Namun, pejabat pemerintah Israel lainnya, para pesaing, politisi, dan komentator dengan cepat mengkritik kesepakatan damai awal tersebut, yang menandai semacam referendum informal tentang masa jabatan perdana menteri menjelang pemilu musim gugur ini dan menggarisbawahi semakin dalamnya isolasi Netanyahu di dalam negeri, di kawasan, dan semakin terisolasi dari Amerika Serikat.

Para kritikus mengatakan Netanyahu menyeret Presiden AS Donald Trump ke dalam perang melawan Iran, sambil memberikan janji-janji yang berlebihan tentang apa yang dapat dicapai. Menurut mereka, Trump sekarang mungkin menyeret Israel keluar dari perang tersebut sebelum Israel merasa siap.

Mereka mengatakan Netanyahu salah menilai keinginan Trump untuk konflik yang berkepanjangan, dikalahkan oleh Iran dalam negosiasi, dan semakin terpinggirkan oleh pemain utama lainnya di kawasan itu.

“Israel membayar harga kesombongan dan kebutaan Netanyahu, dan harga manipulasi yang dia coba lakukan terhadap Trump,” kata mantan perdana menteri yang juga rival Netanyahu, Ehud Barak, dalam sebuah wawancara dengan lembaga penyiaran publik Israel, KAN, pada hari Senin.

“Iran muncul lebih kuat; Israel muncul lebih lemah. Itu adalah tanggung jawab strategis Netanyahu. Dia gagal," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
Menhan Israel Ancam...
Menhan Israel Ancam Bunuh Para Pemimpin Iran Pengganti Khamenei
Demi Moral, Turki Tolak...
Demi Moral, Turki Tolak Berlabuh Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
Seruan Bunuh Trump Menggema...
Seruan 'Bunuh Trump' Menggema dalam Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Didatangi Jutaan Pelayat,...
Didatangi Jutaan Pelayat, Ini Latar Belakang Ali Khamenei sebagai Keturunan Nabi Muhammad SAW
Usai Zionis Hancurkan...
Usai Zionis Hancurkan Patung Yesus, Netanyahu Klaim Desa Kristen Lebanon Minta Dicaplok Israel agar Dilindungi
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
Bus Jatuh ke Jurang...
Bus Jatuh ke Jurang Tewaskan Setidaknya 40 Orang di Pakistan
Terungkap, AS Sempat...
Terungkap, AS Sempat Desak Israel Tak Bunuh Menlu dan Ketua Parlemen Iran
Rekomendasi
JPMorgan Peringatkan...
JPMorgan Peringatkan Risiko Baru MicroStrategy
Kemendikdasmen Alihkan...
Kemendikdasmen Alihkan Pengelolaan KNIU ke Kementerian Kebudayaan, Fokus Perkuat Peran UNESCO
Tak Cuma Jago Melukis!...
Tak Cuma Jago Melukis! RizkyAmom Sukses Padukan Seni Lukis, Ilustrasi, dan Clay Art Jadi Konten Edukatif
Berita Terkini
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat, Rekor Khomeini Belum Terpecahkan
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
4 Alasan Wapres Filipina...
4 Alasan Wapres Filipina Sara Duterte Terancam Dimakzulkan, Konflik dengan Presiden hingga Terjerat Skandal Korupsi
Menhan Israel Ancam...
Menhan Israel Ancam Bunuh Para Pemimpin Iran Pengganti Khamenei
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved