Koalisi dengan Partai Yahudi Israel, Partai Islam Arab Pamerkan Wajah Asli Ikhwanul Muslimin

Selasa, 08 Juni 2021 - 15:53 WIB
loading...
Koalisi dengan Partai...
Mansour Abbas, pemimpin United Arab List (paling kanan) bersama mitra koalisinya Yair Lapid dari partai Yesh Atid dan Naftali Bennett dari partai Yemina (tengah) membentuk pemerintahan baru Israel. Foto/United Arab List Raam/Handout via REUTERS
A A A
TEL AVIV - Mansour Abbas, pemimpin United Arab List [partai Islam Arab Israel], kemungkinan akan menghadapi keputusan sulit selama beberapa minggu dan bulan mendatang karena bergabung dalam koalisi pemerintahan baru di Israel .

Rabu malam pekan lalu diumumkan bahwa Abbas telah setuju untuk bergabung dengan koalisi yang dipimpin bersama oleh Yair Lapid dari partai Yesh Atid, dan Naftali Bennett dari partai sayap kanan Yemina. Keduanya merupakan partai-partai nasionalis Yahudi Israel.

Baca juga: Empat Orang Sekeluarga Ditabrak Mati dengan Pickup karena Mereka Muslim

Bagi Palestina dan dunia Arab yang lebih luas, langkah Abbas itu adalah ironi.

Analis melihat perkembangan itu sebagai contoh lain dari partai yang diilhami Ikhwanul Muslimin, yang menempatkan kekuasaan dan kepentingan pribadi di atas prinsip-prinsip ketika datang pada krisis.

“Berita ini tidak mengejutkan. Afiliasi Ikhwanul Muslimin selalu menggunakan segala cara untuk mencapai tujuan politik mereka,” kata Dr Hamdan Al-Shehri, seorang analis politik dan sarjana hubungan internasional, kepada Arab News.

“Kerjasama ini hanyalah episode lain dalam drama jangka panjang yang akan terus menunjukkan tingkat dan kemauan Ikhwanul Muslimin untuk bekerjasama dengan siapa pun kecuali pemerintah negara mereka sendiri," paparnya.

Apakah "pernikahan kenyamanan" ini akan bertahan cukup lama adalah masalah lain. Jika disetujui di Knesset [Parlemen Israel], koalisi akan mengakhiri 12 tahun masa jabatan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Ini juga akan menandai pertama kalinya sebuah partai Islam Arab bertugas di pemerintahan Israel sejak pembentukan negara Israel pada tahun 1948.

Jika Abbas menjadi menteri, dia akan menjadi politisi Arab pertama yang duduk di meja Kabinet Israel. Politisi dan pemilih Yahudi-Israel sebelumnya telah memandang partisipasi seperti itu sebagai langkah yang terlalu jauh dalam mengkompromikan sifat negara Yahudi.

Baca juga: Putri Cantik Imigran Malaysia Ditembak Mati di AS

Mungkin juga ada kegugupan di pihak politisi Arab sendiri pada partisipasi aktif dalam pemerintahan negara yang legitimasinya, dan bahkan haknya untuk hidup, masih sangat diperdebatkan di sebagian besar dunia Arab dan Muslim.

Gembong-gembong politisi Israel berkisar dari anggota Druze dari partai Likud [partainya Netanyahu], Hadash [partai komunis sekuler], hingga perwakilan minoritas Badui yang terpinggirkan di selatan Israel, yang beberapa di antaranya menjadi sukarelawan di Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Lalu ada partai United Arab List milik Abbas, yang sering dikenal dengan akronim Ibrani-nya; Raam. United Arab List adalah pantat Gerakan Islam Israel dan, dengan demikian, dipahami selaras dengan Ikhwanul Muslimin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Trump Murka Houthi Serang...
Trump Murka Houthi Serang 2 Kapal Tanker Saudi, Ancam Gempur Iran Habis-habisan
Rekomendasi
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
Perjalanan Kereta Lebih...
Perjalanan Kereta Lebih Tenang, Ada Perlindungan untuk Keterlambatan dan Pembatalan
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Houthi Sukses Serang...
Houthi Sukses Serang Pangkalan Udara Israel dengan Rudal Hipersonik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved