Analis: Warga Afghanistan, sebagai Korban Perang AS akan Tetap Menderita Setelah Penarikan Pasukan

Senin, 07 Juni 2021 - 04:00 WIB
loading...
Analis: Warga Afghanistan,...
Ilustrasi
A A A
KABUL - Warga Afghanistan , sebagai korban dari apa yang disebut perang melawan teror yang dipimpin Amerika Serikat (AS), akan terus menderita setelah penarikan pasukan AS dari negara itu. AS dijadwalkan akan merampungkan penarikan pasukan pada 11 September 2021 mendatang.

"Rakyat Afghanistan sebagai korban dari apa yang disebut perang melawan teror yang dipimpin AS telah menderita dalam perang selama 20 tahun, dan akan terus menderita, bahkan setelah pasukan ditarik keluar karena para militan masih sangat aktif," kata analis Afghanistan, Nazari Pariani.

Baca: AS: Separuh Pasukan di Afghanistan Sudah Ditarik Pulang

Pariani menuturkan, AS dan negara-negara sekutunya menginvasi rezim Taliban di Afghanistan dengan alasan negara itu menyediakan perlindungan bagi pemimpin al-Qaeda, Osama bin Laden, dan menggulingkan pemerintahan Taliban. Tetapi, ucapnya, operasi itu tidak mengurangi kemampuan Taliban, maupun al-Qaeda

Dia menggambarkan penarikan pasukan AS pada tahap ini sebagai tidak bertanggung jawab, karena dilakukan ketika para militan masih aktif dan pertempuran terus berlanjut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Iran Beberkan Alasan...
Iran Beberkan Alasan Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Singgung Trump
Rekomendasi
Guru MI di Karawang...
Guru MI di Karawang Dilatih Kuasai E-LKPD Berbasis STEM
Inggris vs Ghana 0-0,...
Inggris vs Ghana 0-0, Laga Hambar di Boston
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Berita Terkini
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Infografis
Musuh-musuh Utama AS...
Musuh-musuh Utama AS dan NATO akan Gelar Latihan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved