215 Kerangka Anak-anak Pribumi Kanada Ditemukan di Bekas Sekolah
Sabtu, 29 Mei 2021 - 01:46 WIB
loading...
A
A
A
"Kami mengetahui di komunitas kami bahwa kami dapat memverifikasi," kata Casimir dalam pernyataan itu.
"Sepengetahuan kami, anak-anak yang hilang ini adalah kematian yang tidak berdokumen," sambungnya.
"Beberapa di antaranya sangat muda tiga tahun. Kami mencari cara untuk memastikan bahwa mengetahui dari rasa hormat dan cinta yang terdalam bagi anak-anak yang hilang dan keluarga mereka, memahami bahwa Tk'emlúps te Secwépemc adalah tempat peristirahatan terakhir anak-anak ini," demikian bunyi pernyataan itu seperti dikutip dari Newsweek, Sabtu (29/5/2021).
Baca juga: Austria Luncurkan Peta Islam, Dianggap Picu Gara-gara dan Keributan
Pernyataan itu menambahkan bahwa langkah selanjutnya akan mencakup terlibat dengan petugas koroner dan menjangkau komunitas yang anak-anaknya pernah bersekolah, selain bekerja dengan Royal British Columbia Museum dan lainnya untuk mengungkap catatan kematian anak-anak yang ada.
Marc Miller, Menteri Layanan Masyarakat Adat Kanada, mengatakan bahwa dia menawarkan dukungan penuh dari departemennya kepada Tk'emlups te Secwepemc dan komunitas sekitarnya sehubungan dengan berita yang memilukan ini.
Perry Bellegarde, ketua nasional Majelis First Nations Kanada, menyebut penemuan itu menyakitkan.
"Meskipun bukan hal baru untuk menemukan kuburan di bekas Sekolah Hunian di (Kanada), itu selalu menghancurkan untuk membuka luka bab itu," tulisnya di Twitter.
"Sepengetahuan kami, anak-anak yang hilang ini adalah kematian yang tidak berdokumen," sambungnya.
"Beberapa di antaranya sangat muda tiga tahun. Kami mencari cara untuk memastikan bahwa mengetahui dari rasa hormat dan cinta yang terdalam bagi anak-anak yang hilang dan keluarga mereka, memahami bahwa Tk'emlúps te Secwépemc adalah tempat peristirahatan terakhir anak-anak ini," demikian bunyi pernyataan itu seperti dikutip dari Newsweek, Sabtu (29/5/2021).
Baca juga: Austria Luncurkan Peta Islam, Dianggap Picu Gara-gara dan Keributan
Pernyataan itu menambahkan bahwa langkah selanjutnya akan mencakup terlibat dengan petugas koroner dan menjangkau komunitas yang anak-anaknya pernah bersekolah, selain bekerja dengan Royal British Columbia Museum dan lainnya untuk mengungkap catatan kematian anak-anak yang ada.
Marc Miller, Menteri Layanan Masyarakat Adat Kanada, mengatakan bahwa dia menawarkan dukungan penuh dari departemennya kepada Tk'emlups te Secwepemc dan komunitas sekitarnya sehubungan dengan berita yang memilukan ini.
Perry Bellegarde, ketua nasional Majelis First Nations Kanada, menyebut penemuan itu menyakitkan.
"Meskipun bukan hal baru untuk menemukan kuburan di bekas Sekolah Hunian di (Kanada), itu selalu menghancurkan untuk membuka luka bab itu," tulisnya di Twitter.
Lihat Juga :