Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
Senin, 13 Juli 2026 - 01:10 WIB
loading...
Para pemimpin Iran masih berbeda pandangan terkait Selat Hormuz. Foto/X/@agtprpnabsrdty
A
A
A
TEHERAN - Pembicaraan antara Iran dan Oman yang berlangsung di Muscat pada hari Sabtu membahas pengaturan untuk mengelola pelayaran di Selat Hormuz. Itu diungkapkan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei.
Esmaeil Baghaei mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh media pemerintah Iran bahwa pembicaraan tersebut dihadiri oleh delegasi hukum dan teknis dari kedua negara.
Ia menambahkan bahwa pemerintah bertukar pandangan tentang memastikan keamanan dan keselamatan di Selat Hormuz sesuai dengan hak kedaulatan kedua negara dan sejalan dengan hukum internasional dan MoU antara AS dan Iran.
“Republik Islam Iran menekankan bahwa pengaturan di masa mendatang untuk mengelola lalu lintas di Selat Hormuz harus dilakukan melalui konsultasi antara kedua negara pesisir dan dengan mempertimbangkan perkembangan beberapa bulan terakhir, terutama perang yang dipaksakan antara AS dan rezim Zionis dan konsekuensi keamanannya bagi pelayaran di Selat Hormuz,” kata pernyataan itu.
Para komandan utama IRGC mengendalikan selat tersebut, tidak hanya itu, tetapi juga membalas dendam atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei,” katanya kepada Al Jazeera. “Mereka ingin memastikan AS tidak akan pernah menyerang Iran lagi.”
“Tampaknya ada tim komandan dan mantan komandan di IRGC dan kelompok garis keras lainnya yang bersikeras untuk melanjutkan perang lebih jauh dari apa yang diinginkan oleh kepemimpinan sipil terpilih. Mereka menginginkan kesepakatan,” jelas Katzman.
Esmaeil Baghaei mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh media pemerintah Iran bahwa pembicaraan tersebut dihadiri oleh delegasi hukum dan teknis dari kedua negara.
Ia menambahkan bahwa pemerintah bertukar pandangan tentang memastikan keamanan dan keselamatan di Selat Hormuz sesuai dengan hak kedaulatan kedua negara dan sejalan dengan hukum internasional dan MoU antara AS dan Iran.
“Republik Islam Iran menekankan bahwa pengaturan di masa mendatang untuk mengelola lalu lintas di Selat Hormuz harus dilakukan melalui konsultasi antara kedua negara pesisir dan dengan mempertimbangkan perkembangan beberapa bulan terakhir, terutama perang yang dipaksakan antara AS dan rezim Zionis dan konsekuensi keamanannya bagi pelayaran di Selat Hormuz,” kata pernyataan itu.
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
1. IRGC Ingin Balas Dendam atas Kematian Khamenei
Kenneth Katzman, seorang peneliti senior di The Soufan Center, mengatakan AS memiliki masalah serius terkait Selat Hormuz karena perbedaan pandangan di Iran.Para komandan utama IRGC mengendalikan selat tersebut, tidak hanya itu, tetapi juga membalas dendam atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei,” katanya kepada Al Jazeera. “Mereka ingin memastikan AS tidak akan pernah menyerang Iran lagi.”
“Tampaknya ada tim komandan dan mantan komandan di IRGC dan kelompok garis keras lainnya yang bersikeras untuk melanjutkan perang lebih jauh dari apa yang diinginkan oleh kepemimpinan sipil terpilih. Mereka menginginkan kesepakatan,” jelas Katzman.
2. AS Tak Mau Mengalah
AS tidak akan mengalah dalam hal Selat Hormuz, tambahnya.Lihat Juga :