alexametrics

Video Pesawat Pakistan Jatuh Mirip Medan Perang, 42 Jasad Ditemukan

loading...
Video Pesawat Pakistan Jatuh Mirip Medan Perang, 42 Jasad Ditemukan
Situasi di lokasi jatuhnya pesawat Pakistan International Airlines di Karachi Selatan, Pakistan (kiri) dan orang-orang mengevakuasi jasad korban. Foto/REUTERS/Akhtar Soomro
A+ A-
KARACHI - Video jatuhnya pesawat Pakistan International Airlines (PIA) menggambarkan lokasi kejadian seperti medan perang, di mana bangunan hancur dan asap hitam tebal membumbung ke langit. Data sementara, 42 jasad ditemukan dalam tragedi pesawat pembawa 98 orang ini.

PIA jatuh di kota Karachi selatan, Jumat. Petugas penyelamat mengatakan ada sekitar 50 orang di bawah reruntuhan yang dikhawatirkan telah tewas. Informasi awal dari otoritas terkait menyebut pesawat itu membawa 107 orang, namun informasi yang diperbarui menyebutkan pesawat membawa 98 orang.

PIA hampir mendarat ketika jatuh di antara rumah-rumah, yang memicu ledakan dan menewaskan beberapa orang di darat.

"Kami telah menemukan 40 jasad lebih sejauh ini," kata Mayor Mohammad Mansoor dari Rangers Pakistan, yang mengawasi operasi penyelamatan, kepada AFP, Sabtu (23/5/2020). (Baca: Angkut 107 Orang, Pesawat Pakistan International Airlines Jatuh di Karachi)



Faisal Edhi, yang mengepalai lembaga amal Edhi Foundation yang membantu penyelamat, mengatakan setidaknya 42 jasad telah ditemukan dari lokasi kejadian.

"Sesuai perkiraan kami, ada sekitar 50 jasad di bawah reruntuhan," katanya dalam siaran langsung televisi.



Setidaknya dua penumpang selamat dari kecelakaan itu. Demikian disampaikan Syed Nasir Hussain Shah, menteri informasi di Provinsi Sindh di mana Karachi berada.

Gumpalan asap tebal membumbung ke langit ketika petugas penyelamat dan penduduk mencari para korban di antara puing-puing reruntuhan. Sedangkan para petugas pemadam kebakaran berjuang memadamkan kobaran api.
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak