Peta Berusia 70 Tahun di Jatung Konflik Israel dan Palestina....

loading...
Peta Berusia 70 Tahun di Jatung Konflik Israel dan Palestina....
Peta cikal bakal negara Israel dan Palestina berdasarkan Resolusi Majelis Umum PBB 181 (II), di mana Yerusalem dinyatakan sebagai kota internasional. Foto/Screenshot news.com.au
GAZA - Kekerasan dan kematian yang saat ini terjadi di seluruh Jalur Gaza, Palestina , dan Israel dipicu oleh perselisihan di Yerusalem di mana pemukim Yahudi telah mengeklaim tanah yang dihuni oleh orang Arab.

Tapi percikan itu menyala lebih dari 70 tahun yang lalu, dan pada kenyataannya bahkan lebih jauh dari itu.

Baca juga: Brigade Al-Qassam Klaim Merudal Stasiun Iron Dome dan Pangkalan Udara Israel



Dan setelah sekian lama, masalahnya pada dasarnya tetap sama: Siapa yang berhak tinggal di tempat di Tanah Suci yang relatif kecil tapi berpenduduk padat di mana ketiga umat agama telah berdampingan selama ribuan tahun?

Pada tahun 1947, setelah Perang Dunia II, PBB mencoba menyelesaikan masalah tersebut dengan mengusulkan untuk membagi tanah menjadi dua zona.

Rencana itu tidak sempurna dan akhirnya diabaikan. Tapi bekas luka dari peta berusia 70 tahun itu tetap ada dalam pertempuran brutal hari ini.

"Perselisihan Israel-Palestina adalah dilema abadi dari sistem hukum internasional modern," tulis pakar hukum internasional Universitas Newcastle Inggris, Amy Maguire, di The Conversation yang dikutip news.com.au, Sabtu (15/5/2021).

"Pada tahun 1947, PBB yang baru menyelesaikan Rencana Pemisahan untuk menciptakan negara Arab dan negara Yahudi di wilayah Palestina. Negara Yahudi—sekarang bernama Israel—dideklarasikan pada tahun 1948. Namun, Palestina tetap menjadi negara yang baru lahir," katanya.

Peningkatan dramatis dalam konflik saat ini dimulai pada Jumat pagi ketika pasukan Israel menuju ke perbatasan di dekat Jalur Gaza, wilayah Palestina dengan pemerintahan sendiri yang dikendalikan Hamas.

Baca juga: Kerepotan Dihujani Roket Gaza, Kota di Israel Malah Perang Saudara



Tindakan itu dilakukan setelah berhari-hari rudal dan roket ditembakkan oleh pasukan Hamas di Gaza dengan serangan balasan besar-besaran dari Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Itu mengikuti pemandangan buruk di Yerusalem ketika para pemukim Yahudi pindah untuk memaksa keluarga Arab keluar dari rumah mereka di pinggiran Sheikh Jarrah.

"Kekerasan baru-baru ini di Kota Tua Yerusalem telah berubah menjadi sesuatu yang lebih besar dan lebih berbahaya," tulis Carlo Aldrovandi, seorang profesor studi perdamaian internasional di Trinity College Dublin.

Dilaporkan bahwa beberapa penduduk Israel kini tewas setelah roket dari Gaza menembus sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel yang terkenal.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top