Peta Berusia 70 Tahun di Jatung Konflik Israel dan Palestina....

Sabtu, 15 Mei 2021 - 16:06 WIB
loading...
Peta Berusia 70 Tahun...
Peta cikal bakal negara Israel dan Palestina berdasarkan Resolusi Majelis Umum PBB 181 (II), di mana Yerusalem dinyatakan sebagai kota internasional. Foto/Screenshot news.com.au
A A A
GAZA - Kekerasan dan kematian yang saat ini terjadi di seluruh Jalur Gaza, Palestina , dan Israel dipicu oleh perselisihan di Yerusalem di mana pemukim Yahudi telah mengeklaim tanah yang dihuni oleh orang Arab.

Tapi percikan itu menyala lebih dari 70 tahun yang lalu, dan pada kenyataannya bahkan lebih jauh dari itu.

Baca juga: Brigade Al-Qassam Klaim Merudal Stasiun Iron Dome dan Pangkalan Udara Israel

Dan setelah sekian lama, masalahnya pada dasarnya tetap sama: Siapa yang berhak tinggal di tempat di Tanah Suci yang relatif kecil tapi berpenduduk padat di mana ketiga umat agama telah berdampingan selama ribuan tahun?

Pada tahun 1947, setelah Perang Dunia II, PBB mencoba menyelesaikan masalah tersebut dengan mengusulkan untuk membagi tanah menjadi dua zona.

Rencana itu tidak sempurna dan akhirnya diabaikan. Tapi bekas luka dari peta berusia 70 tahun itu tetap ada dalam pertempuran brutal hari ini.

"Perselisihan Israel-Palestina adalah dilema abadi dari sistem hukum internasional modern," tulis pakar hukum internasional Universitas Newcastle Inggris, Amy Maguire, di The Conversation yang dikutip news.com.au, Sabtu (15/5/2021).

"Pada tahun 1947, PBB yang baru menyelesaikan Rencana Pemisahan untuk menciptakan negara Arab dan negara Yahudi di wilayah Palestina. Negara Yahudi—sekarang bernama Israel—dideklarasikan pada tahun 1948. Namun, Palestina tetap menjadi negara yang baru lahir," katanya.

Peningkatan dramatis dalam konflik saat ini dimulai pada Jumat pagi ketika pasukan Israel menuju ke perbatasan di dekat Jalur Gaza, wilayah Palestina dengan pemerintahan sendiri yang dikendalikan Hamas.

Baca juga: Kerepotan Dihujani Roket Gaza, Kota di Israel Malah Perang Saudara

Tindakan itu dilakukan setelah berhari-hari rudal dan roket ditembakkan oleh pasukan Hamas di Gaza dengan serangan balasan besar-besaran dari Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Itu mengikuti pemandangan buruk di Yerusalem ketika para pemukim Yahudi pindah untuk memaksa keluarga Arab keluar dari rumah mereka di pinggiran Sheikh Jarrah.

"Kekerasan baru-baru ini di Kota Tua Yerusalem telah berubah menjadi sesuatu yang lebih besar dan lebih berbahaya," tulis Carlo Aldrovandi, seorang profesor studi perdamaian internasional di Trinity College Dublin.

Dilaporkan bahwa beberapa penduduk Israel kini tewas setelah roket dari Gaza menembus sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel yang terkenal.

Hingga saat ini, 132 orang tewas di Gaza, termasuk anak-anak, akibat serangan udara Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Presiden Israel Ingin...
Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: Saya Menghormati Mohammed bin Salman
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
AS Mengebom Bandara...
AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
AS Lanjutkan Bombardir...
AS Lanjutkan Bombardir Iran 6 Hari Beruntun, Serang Bandara dan Jembatan
Canda Bahlil ke Nusron...
Canda Bahlil ke Nusron Wahid Berkacamata Hitam, Sedih Inggris Kalah vs Argentina
Presiden Terpilih Kolombia...
Presiden Terpilih Kolombia Bakal Buka Kedubes di Yerusalem, Pulihkan Aliansi Bersejarah!
Heboh! 100 Lebih Politisi...
Heboh! 100 Lebih Politisi Demokrat di DPR AS Tolak Bantuan Militer untuk Israel
Rekomendasi
Microdrama A Vengeful...
Microdrama A Vengeful Affair tentang Toxic Relationship, Tayang di V+Short
BGN Nunggak ke Pihak...
BGN Nunggak ke Pihak Ketiga Rp1,6 Triliun pada 2025, Ada untuk EO hingga Jasa Konsultan
Polda Metro: Penetapan...
Polda Metro: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah dan Don Ritto Dapat Dipertanggungjawabkan Secara Hukum
Berita Terkini
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS di Suriah, Hancurkan Radar dan Helikopter
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved