Tragedi KRI Nanggala-402 Ungkap Realitas Menyakitkan dari Operasi Penyelamatan Internasional

Senin, 10 Mei 2021 - 02:00 WIB
loading...
Tragedi KRI Nanggala-402...
KRI Nanggala-402
A A A
SINGAPURA - Kapal selam terus menangkap imajinasi perencana Angkatan Laut dan masyarakat umum. Mereka dipandang sebagai pengganda kekuatan, terutama untuk militer yang lebih lemah, yang berfungsi sebagai lawan asimetris untuk musuh yang lebih kuat.

The "Silent Service", demikian julukan pasukan kapal selam, dianggap elit dari Angkatan Laut mana pun, yang merupakan pencegah masa damai yang signifikan dan kemampuan tempur. Selama beberapa dekade, ketika Asia Tenggara memulai serentetan proliferasi kapal selam, telah ada peringatan tentang potensi kemungkinan insiden.

Baca: Panglima TNI: Tenggelamnya KRI Nanggala-402 Kehilangan bagi Kita Semua

Sebelum insiden KRI Nanggala-402 , kecelakaan kapal selam terbaru terjadi pada bulan Februari di Asia Timur Laut, ketika kapal selam Jepang Soryu menggores lambung kapal komersial di Samudra Pasifik, saat muncul ke permukaan di Shikoku.

Kebetulan, saat kapal selam mengalami kerusakan, termasuk pemadaman komunikasi, dan tiga anggota awak terluka, kapal itu kembali dengan selamat ke pangkalan.

Kapal selam Indonesia KRI Nanggala tidak seberuntung itu. Insiden KRI Nanggala-402 adalah kecelakaan kapal selam pertama di Asia Tenggara.

Baca: KSAL: Kehadiran Presiden Jadi Semangat bagi Keluarga KRI Nanggala 402

Menurut Collin Koh, peneliti di Institute of Defense and Strategic Studies, unit konstituen dari S Rajaratnam School of International Studies, bagi Indonesia, tanggapan mereka cepat dan tegas. Menyadari keterbatasan sumber dayanya, militer Indonesia segera mencari bantuan asing melalui saluran International Submarine Escape and Rescue Liaison Office (ISMERLO).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN, Termasuk Kapal Malaysia yang Batal Miliki NSM
Meski Fokus Perang Iran,...
Meski Fokus Perang Iran, AS Tak Akan Berpaling dari Asia Pasifik
Menhan AS Tegaskan Tak...
Menhan AS Tegaskan Tak akan Lagi Subsidi Negara-negara Kaya
Awas! Hantavirus Sudah...
Awas! Hantavirus Sudah Sampai di Singapura, 2 Warga Diisolasi
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Jokowi Janji Bangunkan...
Jokowi Janji Bangunkan Rumah untuk Keluarga Awak KRI Nanggala-402
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved