Perceraian Bill dan Melinda Gates Diyakini Akan Mengguncang Filantropi

loading...
Perceraian Bill dan Melinda Gates Diyakini Akan Mengguncang Filantropi
Perceraian Bill dan Melinda Gates diyakini akan mengguncang filantropi. Foto/The Hindu
WASHINGTON - Yayasan Bill dan Melinda Gates , dengan dana abadi hampir USD50 miliar, menyumbangkan sekitar USD5 miliar setiap tahun untuk kegiatan amal di seluruh dunia. Tahun lalu, mereka mendonasikan USD1 miliar untuk memerangi COVID-19 melalui pemberian vaksin.

Dalam sebuah pernyataan setelah pasangan Gates mengumumkan perceraian mereka di Twitter, pihak yayasan mengatakan keduanya akan tetap menjadi ketua bersama dan wali serta tidak ada perubahan dalam organisasi yang direncanakan.

"Mereka akan terus bekerja sama untuk membentuk dan menyetujui strategi yayasan, mengadvokasi masalah yayasan, dan menetapkan arah keseluruhan organisasi," kata pihak yayasan seperti dikutip dari AP, Rabu (5/5/2021).

Terlepas dari jaminan seperti itu, beberapa mengatakan mereka khawatir perceraian itu dapat mengguncang rencana yayasan. Menurut pengajuan di Pengadilan Tinggi King County hari Senin, keluarga Gates tidak memiliki perjanjian pranikah tetapi telah menandatangani kontrak perpisahan.

Pasangan itu berjanji pada 2010 untuk menyumbangkan sebagian besar kekayaan mereka - yang diperkirakan oleh Forbes sekitar USD133 miliar - ke yayasan. Pengacara perceraian mengatakan uang yang dijanjikan tidak lagi dianggap sebagai properti perkawinan. Namun masih belum jelas bagaimana perceraian dapat memengaruhi sumbangan masa depan yayasan.



Baca juga: Bill Gates dan Melinda Setujui 'Kontrak Perpisahan' sebelum Bercerai

“Tidak ada preseden untuk ini, untuk apa yang Gates wakili baik dalam kekayaan dan status mereka,” kata Benjamin Soskis, sejarawan filantropi dan peneliti senior di Urban Institute.

“Yang lebih penting, ini mencerminkan era baru di mana kita berada di mana para donor hidup yang terlibat ini benar-benar mendominasi lanskap dengan cara yang tidak mereka lakukan selama satu abad,” imbuhnya.

Melalui upaya filantropis mereka, Gates membentuk kembali sikap tentang kewajiban orang-orang yang sangat kaya untuk memanfaatkan kekayaan mereka yang sangat besar untuk kepentingan publik dengan cara-cara yang bertahan lama. Bertahun-tahun yang lalu, mereka membuat Giving Pledge, bersama dengan Warren Buffett, untuk membujuk rekan multi-miliuner mereka agar berkomitmen untuk memberikan sebagian besar kekayaan mereka.

Linsey McGoey, penulis "No Such Thing as a Free Gift: The Gates Foundation and the Price of Philanthropy", menduga dunia filantropi kemungkinan besar khawatir tentang perceraian pasangan Gates sebagian karena perpisahan perkawinan di masa lalu terkadang menyebabkan perubahan yang mengganggu di yayasan.



Ketika miliarder hedge fund Inggris Chris Hohn dan istrinya, Jamie Cooper, bercerai pada 2013, hal itu mengakibatkan masalah manajemen pada badan amal mereka, Children’s Investment Fund Foundation. Perceraian itu juga memicu pertikaian hukum yang berkepanjangan mengenai apakah anggota lain dari lembaga dana harus memilih untuk menyetujui hibah USD360 juta untuk badan amal baru yang didirikan oleh Cooper. Mahkamah Agung Inggris pada akhirnya tahun lalu memutuskan bahwa uang tersebut harus diberikan kepada inisiatif Cooper, Big Win Philanthropy.



“Orang-orang takut bahwa ketika perceraian seperti ini terjadi, itu benar-benar dapat menekankan ketidakstabilan seputar pemberian pribadi dan fakta bahwa pemberian pribadi sangat bergantung pada keinginan pasangan,” ujar McGoey.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top