Para Biarawati Ini Diadili atas Pelecehan Seks Anak-anak Tunarungu

Selasa, 04 Mei 2021 - 14:57 WIB
loading...
Para Biarawati Ini Diadili...
Kumiko Kosaka, 46, biarawati asal Jepang, diadili di Argentina atas pelecehan seks terhadap anak-anak tunarungu di Provolo Institute. Foto/La Republica
A A A
BUENOS AIRES - Dua biarawati dan tujuh karyawan wanita lainnya dari sebuah lembaga pendikan untuk anak-anak tuna rungu di Argentina diadili. Mereka terlibat dalam kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak di lembaga tersebut.

Kasus ini mengejutkan karena terjadi di Argentina, negara asal Paus Fransiskus yang berkuasa atas takhta suci Vatikan saat ini.

Baca juga: Bentuk Kabinet, Benny Wenda Ingin Lemahkan Kekuasaan Indonesia

Para terdaka lain dalam kasus ini telah dihukum masing-masing lebih dari 40 tahun penjara pada sidang November 2019. Saat itu, mereka dinyatakan bersalah atas pelecehan seksual, termasuk pemerkosaan, terhadap sekitar 20 anak di bawah umur.

Sidang hari Senin (3/5/2021) waktu Buenos Aires adalah sidang kedua dalam kasus kejahatan yang dilakukan antara 2004 hingga 2016 di Provolo Institute di Mendoza, sekitar 1.000 kilometer sebelah barat Buenos Aires.

Para korban berusia antara empat hingga 17 tahun pada saat kejahatan itu terjadi.

Beberapa staf di sekolah tersebut ditahan setelah tuduhan pelecehan seks pertama kali muncul pada tahun 2016, dan institut tersebut ditutup.

Yang pertama diadili dalam kasus ini adalah pendeta Argentina, Horacio Corbacho, di mana dia dijatuhi hukuman 45 tahun penjara, selanjutnya Nicola Corradi dari Italia, yang dihukum penjara 42 tahun.

Tukang kebun sekolah, Armando Gomez, dihukum penjara selama 18 tahun karena pelecehan seksual, dan mantan putra altar yang sekarang berusia 50-an tahun dijatuhi hukuman sepuluh tahun penjara setelah mengaku bersalah atas pelecehan seksual terhadap lima anak.

Terdakwa utama dalam sidang hari Senin adalah biarawati Jepang Kumiko Kosaka, 46, yang dituduh melakukan pelecehan seksual yang diperburuk dan menutupi kejahatan tersebut.

Biarawati lainnya adalah Asuncion Martinez, 53, asal Paraguay. Dia dituduh menyembunyikan kejahatan, bersama perwakilan hukum pusat, psikolog, juru masak, dan empat direktur institut.

“Tanpa para suster yang bertanggung jawab atas anak-anak, pekerja sosial, direktur, tanpa semua struktur itu, semua ini tidak akan mungkin terjadi. Corbacho dan Corradi tidak sendiri," kata Erica Labeguerie, saudara perempuan Claudia, salah satu korban dari skandal tersebut, seperti dikutip AFP, Selasa (4/5/2021).

Ariel Lizarraga, ayah dari korban lainnya, Daiana yang sekarang berusia 29 tahun, mengatakan: “Mereka menutupi semuanya, mencegah mereka (anak-anak) mempelajari bahasa isyarat agar tidak keluar.”

Di tengah wabah virus corona, sidang pengadilan dibuka di Mendoza tanpa kehadiran wartawan.

Tak satu pun dari terdakwa berada di pengadilan, tetapi berpartisipasi melalui transmisi video.

Kosaka menjalani tahanan rumah, satu-satunya terdakwa yang menjalani penahanan pra-sidang.

Sidang diperkirakan akan berlangsung sekitar enam bulan, dengan sekitar 100 saksi akan bersaksi.

Baca juga: Takut Ditindak Indonesia, Benny Wenda Tak Rilis Daftar 12 Menterinya

Didirikan pada tahun 1995, Provolo Institute menawarkan pendidikan gratis kepada anak-anak dari keluarga sederhana yang memiliki kesulitan mendengar dan berbicara.

Gereja Katolik telah diguncang oleh serangkaian skandal pelecehan seksual terhadap anak dalam beberapa tahun terakhir; termasuk di Amerika Serikat, Eropa, Amerika Latin dan Australia.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Inilah Aktivis Australia...
Inilah Aktivis Australia yang Mengalami Pelecehan Seks oleh Pasukan Israel saat Misi GSF
341 Predator Anak Ditangkap...
341 Predator Anak Ditangkap di California
Dunia Marah pada Festival...
Dunia Marah pada 'Festival Pemerkosaan' Ini: Sekelompok Pria Telanjangi Perempuan di Siang Bolong
Investigasi Media: Gereja...
Investigasi Media: Gereja Katolik Spanyol Dilanda Pedofil, 3.084 Orang Jadi Korban
2 Anggota DPR Amerika...
2 Anggota DPR Amerika Serikat Mundur karena Skandal Seks
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Heboh Bendera Saudi...
Heboh Bendera Saudi Tak Diletakkan di Atas Rumput Selama Laga Piala Dunia, Kenapa?
Rekomendasi
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Kawal Dana RT Rp25 Juta,...
Kawal Dana RT Rp25 Juta, Wali Kota Agustina Pastikan Pengurus Lingkungan Didampingi Total
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Berita Terkini
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved