TV Iran: Inggris Akan Bayar Utang Rp8 Triliun untuk Bebaskan Nazanin Zaghari-Ratcliffe

loading...
TV Iran: Inggris Akan Bayar Utang Rp8 Triliun untuk Bebaskan Nazanin Zaghari-Ratcliffe
Nazanin Zaghari-Ratcliffe, warga Iran-Inggris, yang menjadi tahanan di Iran. Foto/REUTERS
TEHERAN - Stasiun televisi (TV) pemerintah Iran mengeklaim pemerintah Inggris akan membayar utang sebesar £400 juta (Rp8 triliun) untuk menjamin pembebasan warganya Nazanin Zaghari-Ratcliffe.

Klaim itu disiarkan hari Minggu dengan mengutip pejabat Teheran secara anonim.

Baca juga: Khamenei Terkejut dengan Kritik Zarif terhadap Militer Iran

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab enggan berkomentar tentang klaim pembayaran utang kepada Iran tersebut.

Suami Zaghari-Ratcliffe, Richard Ratcliffe, mengatakan bahwa keluarganya tidak mendengar apa-apa tentang kesepakatan untuk membebaskannya.



Kantor Luar Negeri Inggris mengakui ada diskusi hukum yang sedang berlangsung. Namun, kantor itu menolak berkomentar tentang klaim TV pemerintah Iran.

Dalam program "Andrew Marr" BBC pada hari Minggu, Raab setuju dengan arugmen bahwa Zaghari-Ratcliffe disandera oleh negara Iran.

Raab juga untuk pertama kalinya mengatakan nasib perempuan itu sekarang tidak hanya terkait dengan utang 400 juta poundsterling yang harus dibayar pemerintah Inggris kepada Iran, tetapi juga hasil pembicaraan di Wina tentang masa depan kesepakatan nuklir Iran 2015.

Ratcliffe telah lama berpendapat bahwa Kementerian Luar Negeri Inggris harus menyatakan istrinya sebagai sandera negara, dan ini adalah praktik yang dilakukan oleh Iran pada banyak warga negara ganda. Iran sejauh ini membantah tuduhan itu.

Dalam istilah praktis, bahasa yang lebih keras dari Raab mungkin tidak berarti perubahan dalam kebijakan pemerintah, tetapi ini dapat dilihat sebagai tanda bahwa Inggris akan menjadi lebih tegas jika pembicaraan di Wina gagal.



Poin utama dari perselisihan di Wina adalah sanksi mana yang siap dicabut AS sebagai imbalan atas Iran yang kembali sepenuhnya mematuhi kesepakatan nuklir 2015.

Iran perlu mengambil langkah untuk memuaskan pengawas nuklir PBB, IAEA, bahwa Teheran sepenuhnya mematuhi kesepakatan nuklir tersebut.

AS menolak pencabutan sanksi yang tidak terkait dengan kesepakatan itu, seperti sanksi terkait pelanggaran hak asasi manusia atau terorisme. Sedangkan Iran mengatakan sanksi-sanksi itu hanya diubah-ubah terkait program nuklir Teheran.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top