Soal Uighur, China Peringatkan Australia Jangan Kolusi dengan Teroris

Sabtu, 01 Mei 2021 - 12:02 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Cerita di Balik Foto-foto Mengerikan 'Tsunami' COVID-19 India

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne telah menolak menyatakan genosida terjadi di Xinjiang, tetapi mengatakan pada bulan Maret ada laporan yang dapat dipercaya tentang pelecehan dan penyiksaan sistematis terhadap wanita Uighur di wilayah tersebut.

Beijing mengeklaim pihaknya mengekang pemberontakan teroris dan Weng memperingatkan Australia bisa "tebakar" jika terus mendukung kelompok Uighur.

"Kami mendesak politisi Australia tertentu untuk tidak berdiri di sisi sejarah yang salah dan berhenti mendukung kegiatan separatis anti-China dan organisasi teroris agar tidak terbakar," katanya.

Kedutaan Besar China di Canberra mengundang wartawan Australia ke konferensi pers dua jam yang luar biasa pada bulan April, di mana para pejabat membantah laporan yang meluas tentang pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang.

Dalam video berjudul "Xinjiang is a Wonderful Land" yang ditayangkan keduataan itu, orang-orang Uighur menyangkal bahwa mereka telah dianiaya di wilayah tersebut.

Video itu disuguhkan seminggu setelah Menteri Pertahanan Australia Peter Dutton memperingatkan bahwa konflik di Taiwan tidak dapat diabaikan, dan Menteri Dalam Negeri Australia Mike Pezzullo mengeklaim "genderang perang" sedang berdetak di wilayah tersebut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
100 Jet Tempur dari...
100 Jet Tempur dari 20 Negara Bersiap Latihan Perang di Australia, Indonesia Kirim T-50I Golden Eagle
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
AS Bombardir Fasilitas...
AS Bombardir Fasilitas Nuklir Iran di Bushehr
Rekomendasi
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
Berita Terkini
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Infografis
Rusia Peringatkan Jangan...
Rusia Peringatkan Jangan Uji Kesabarannya untuk Gunakan Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved