Tega! Pria China Paksa Istri Tinggal di Kandang Babi dan Makan Sampah

Sabtu, 01 Mei 2021 - 05:14 WIB
loading...
Tega! Pria China Paksa...
Seorang pria di China menyiksa isteri, memaksanya tinggal di kandang babi dan makan sampah. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
BEIJING - Seorang pria di provinsi Heilongjiang, China , harus merasakan dinginnya lantai penjara setelah dihukum karenamelakukan kekerasan dalam rumah tangga atau kdrt terhadapistrinya selama tiga tahun. Ia kerap memaksa istrinya bekerja atau tidur di kandang babi dan makan sampah.

Pria bernama Wu Hongbo itu kerapmelakukan kdrt istrinya dengan bantuan ibunya yang diadili secara terpisah.

Istrinya (30), yang diidentifikasi hanya dengan nama keluarga Yu, menikah dengan Wu (39) pada 2017 lalu di distrik Mingshui. Sejak saat itu, Wu mulaimelakukan kekerasan terhadapistrinya menurut dokumen pengadilan.

Yu mengatakan kepada pengadilan bahwa Wu dan ibunya telahmelakukan kekerasan secara verbal dan fisik. Dia tidak diberi makan tetapi harus melakukan pekerjaan berat. Dia tinggal di kandang babi, kelaparan,dibiarkan kedinginandan disiksa secara fisik dan mental.

Baca juga: Pria Kanibal Ini Mutilasi Ibunya Jadi 1.000 Potong, Dimakan Bersama Anjingnya

Seorang saksi mengatakan dia berkali-kali mendengar bahwa suami dan ibu mertuanya memukuli Yu dan wajahnya selalu penuh luka. Dia sering melihat Yu mencoba mencari makanan di tempat sampah dan kehilangan berat badan yang ekstrim.

Saksi lain mengatakan Yu melakukan semua pekerjaan kasar di rumah dan saksi ketiga mengatakan dia membawa Yu ke rumah sakit setelah melihat luka di wajah dan tubuh Yu. Pemeriksaan menunjukkan Yu menderita banyak luka di sekujur tubuhnya.

Yu mengalami penggumpalan darah di wajahnya, telinganya rusak karena cedera, pangkal hidungnya patah dan dia mengalami patah tulang di pergelangan tangan kanan dan jari tengah. Pemeriksaan juga menemukan tulang patah pada tulang rusuk.

Pengadilan wilayah China mengatakan Desember lalu bahwa Zou, ibu mertuanya, menyerang Yu berkali-kali dan Wu seharusnya menghentikan ibunya dan membantu pengobatan Yu.

Sebaliknya, Wu justru mengambil keuntungan dari posisi dominan tinggal bersama ibunya danmelakukan kekerasan terhadapYu secara fisik dan mental. Dokumen pengadilan menunjukkan, Wu dijatuhi hukuman 18 bulan penjara karena dia melakukan kejahatan berat.

Baca juga: Coba Perkosa Keponakan, Pria Ini Dipotong Penisnya dan Diumpankan ke Babi

Wu mengajukan banding setelah hukuman tersebut dijatuhkan, tetapi Pengadilan China yang menangani banding tersebut percaya bahwa ibu dan putranya telah secara seriusmelakukan tindak kekerasan terhadap Yu dan harus dihukum oleh hukum.

"Sebagai pasangan, Wu Hongbo dan istrinya seharusnya saling menghormati dan peduli, tetapi Wu Hongbo bertindak mengabaikan hukum nasional, keadilan alam dan perasaan manusia," kata pengadilan banding dalam putusannya.

“Fakta dalam putusan awal sudah jelas, buktinya benar dan cukup, putusannya akurat. Kalimatnya tepat," demikian bunyi putusan banding itu seperti dikutip dari South China Morning Post, Sabtu (1/5/2021).

Sontak saja putusan pengadilan banding ini menuai kecaman dari publik China dan bersimpati kepada Yu. Mereka menilai bahwa hukuman yang dijatuhkan kepada Wu sangatlah ringan.

“Hanya satu setengah tahun penjara? Apakah ini benar-benar peringatan bagi masyarakat? Atau hanya mengatakan itu bukan masalah besar untukmelakukan kekerasan terhadap istrimu? " kata salah satu pengguna Weibo.

Baca juga: Terpisah 20 Tahun, Pengantin Wanita Ini Ternyata Putri Kandung Ibu Mertuanya

“Pria itu menghancurkan istrinya seumur hidup, namun dia hanya mendapat hukuman penjara satu setengah tahun,” kata yang lain.

Menurut hukum pidana China, anggota keluarga dapat dihukum hingga dua tahun penjara karena kasuskekerasan serius yang tidak mengakibatkan cedera parah atau kematian. Insidenkekerasan yang menyebabkan cedera serius atau kematian dapat mengakibatkan hukuman antara dua dan tujuh tahun.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
Indro Warkop Gaungkan...
Indro Warkop Gaungkan Pesan Hidup Sehat Lewat Kebiasaan Harian
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Berita Terkini
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved