Delhi Kehabisan Tempat untuk Kremasi, Mayat-mayat Makin Menumpuk

Jum'at, 30 April 2021 - 18:40 WIB
loading...
Delhi Kehabisan Tempat...
Pekerja berjalan di antara kobaran api di tempat kremasi Delhi, India. Foto/REUTERS
A A A
NEW DELHI - Para pejabat di Delhi, India , terus didesak mencari lebih banyak tempat untuk kremasi karena kamar mayat dan krematorium kota dipenuhi semakin banyak jenazah Covid-19.

Gelombang kedua virus corona menyerang beberapa bagian India, dengan 386.452 kasus baru dilaporkan pada Kamis, peningkatan satu hari terbesar dalam catatan untuk negara mana pun di dunia.

Ada 3.500 kematian lainnya di penjuru negeri pada Kamis dan hampir 400 orang di Delhi, rekor tertinggi untuk ibu kota.

Baca juga: Bak Malaikat Penolong, Masjid di India Jadi Bangsal Perawatan COVID-19

Jumlah total infeksi di negara itu kini telah melampaui 18 juta.

Baca juga: 'Tsunami' COVID India: Renu Coba Selamatkan Suami dengan Napas Buatan

Pengiriman pertama pasokan medis darurat dari Amerika Serikat (AS) tiba pada Jumat, bagian dari apa yang dikatakan Gedung Putih akan bernilai lebih dari USD100 juta.

Baca juga: Ahli Tuding India Berbohong Soal Jumlah Kematian Akibat COVID-19

Tetapi pasokan oksigen dan tempat tidur rumah sakit tetap sangat terbatas di seluruh India, dengan kerabat pasien Covid memohon bantuan di media sosial.

Seorang petugas polisi senior Delhi mengatakan orang-orang harus mengkremasi anggota keluarga di krematorium yang tidak ditujukan untuk mengambil korban Covid-19.

"Itu sebabnya kami menyarankan lebih banyak krematorium harus didirikan," papar petugas itu kepada saluran berita NDTV.

Kementerian Kesehatan India merilis pedoman terperinci tahun lalu untuk penanganan dan kremasi orang yang telah meninggal karena Covid, dengan tindakan khusus perlu diambil untuk menghindari kemungkinan infeksi ulang.

Pemerintah pusat India menghadapi kritik yang meningkat atas penanganannya terhadap pandemi dan keputusannya mengizinkan kampanye pemilu skala besar dan festival keagamaan tetap berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

Menteri Kesehatan Harsh Vardhan membela pemerintah dengan mengatakan tingkat kematian negara itu adalah yang terendah di dunia dan bahwa pasokan oksigen "cukup".

Harsh Vardhan mengatakan kepada kantor berita ANI bahwa oksigen sekarang "tersedia dari banyak sumber", termasuk dari luar negeri, dan penyimpanan serta tanker kriogenik juga sedang disiapkan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Gempa M6,0 Guncang Pantai...
Gempa M6,0 Guncang Pantai Barat Meksiko
Daftar Poin Perjanjian...
Daftar Poin Perjanjian yang Dituntut Iran ke AS, Penarikan Pasukan Israel hingga Selat Hormuz
Rekomendasi
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Harry Kane Cetak Brace,...
Harry Kane Cetak Brace, Inggris Singkirkan DR Kongo
PN Jaktim Tutup Area...
PN Jaktim Tutup Area Parkir Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa Besok
Berita Terkini
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved