'Tsunami' COVID India: Tuhan Tolong Kami, Tuhan Tolong India

Senin, 26 April 2021 - 08:05 WIB
loading...
A A A
Berdasarkan tingkat infeksi dan kematian saat ini, peneliti kesehatan di Institute for Health Metrics and Evaluation memperkirakan akan ada hampir satu juta kematian akibat COVID-19 di India pada Agustus.

Mengutip angka-angka tersebut, ahli epidemiologi, Eric Feigl-Ding, berkata, “Tuhan tolong kami. Tuhan tolong India."

Krisis telah menjadi berita utama di pers India sebagai "wabah terburuk di dunia".

Negara itu telah berjuang melawan apa yang disebut strain "mutan ganda" yang berarti dua varian telah terbentuk untuk menciptakan bentuk baru penyakit tersebut.

Tetapi para ahli mengatakan negara bagian seperti Benggala Barat, Maharashtra dan Delhi sekarang memerangi mutasi tiga kali lipat dari virus corona.

Ketakutan atas dampak mutasi ini telah mendorong negara-negara di seluruh dunia untuk membatasi perjalanan dari India.

Jerman dan Kuwait pada hari Sabtu mengikuti langkah Uni Emirat Arab, Inggris dan Selandia Baru dalam membatasi perjalanan dari negara itu.

Baca juga: Eks Perwira US Navy Ungkap Penyebab Kapal Selam Nanggala-402 Sulit Ditemukan

Namun, para ahli mengatakan gelombang kedua tidak disebabkan oleh varian baru yang muncul, melainkan karena manajemen yang buruk dari pemerintah—di mana negara iu lengah ketika kasus-kasus jatuh pada bulan Januari.

Mereka mengatakan bahwa pertemuan besar termasuk acara keagamaan dan demonstrasi politik diizinkan, memungkinkan virus menyebar seperti api liar.

"Bukan varian virus dan mutasi yang menjadi penyebab utama peningkatan infeksi saat ini," tulis Dr Anant Bhan, pakar bioetika dan kesehatan global.

“Ini adalah varian dari ketidakmampuan dan pengabaian pemikiran kesehatan masyarakat oleh pembuat keputusan kami.”

Ada juga kekhawatiran jumlah sebenarnya dari wabah tersebut jauh lebih tinggi, karena tempat kremasi di seluruh negeri melaporkan masuknya jenazah secara konstan.

Di salah satu tempat kremasi besar di Ahmedabad, sebuah kota di negara bagian Gujarat, India barat, membakar jenazah 24 jam sehari.

Suresh Bhai, seorang pekerja di sana, mengatakan kepada New York Times bahwa dia belum pernah melihat jalur perakitan kematian yang tidak pernah berakhir seperti di tempatnya saat ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Keputusan China Akhiri...
Keputusan China Akhiri 'Nol Covid-19' Diduga Picu 1,9 Juta Ekses Kematian
Jejak Panjang Pandemi...
Jejak Panjang Pandemi Covid-19: dari Muncul di Wuhan hingga Dinyatakan Berakhir
WHO: Covid-19 Sudah...
WHO: Covid-19 Sudah Berakhir
Bukan Kebocoran Lab,...
Bukan Kebocoran Lab, Data Baru Kaitkan Virus Covid-19 Berasal dari Binatang Ini
Waduh! 80% Populasi...
Waduh! 80% Populasi China Telah Terinfeksi Covid-19
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
AS Kekurangan Stok Rudal,...
AS Kekurangan Stok Rudal, Trump Tunda Serangan Besar-besaran Terhadap Iran
Mantan Kepala Badan...
Mantan Kepala Badan Anti-Teror Sebut AS Abaikan Temuan Intelijen soal Serang Iran
Rekomendasi
Sekolah Nasional Terintegrasi:...
Sekolah Nasional Terintegrasi: Investasi Besar yang Harus Dijaga Konsistensinya
Dari Perkotaan ke Tretes-Prigen:...
Dari Perkotaan ke Tretes-Prigen: BYD M6 DM Cetak Efisiensi 82 km/liter
Zainal Arifin Usul Ambang...
Zainal Arifin Usul Ambang Batas Parlemen Dihitung Pakai Basis Kemenangan Partai di Daerah
Berita Terkini
Israel Perluas Zona...
Israel Perluas Zona Kuning, Paksa Ribuan Warga Gaza Mengungsi Lagi
Penerbangan Netanyahu...
Penerbangan Netanyahu ke AS Melintasi Wilayah Udara Negara-negara Anggota ICC
Trump Cueki Netanyahu,...
Trump Cueki Netanyahu, Tetap Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 AS ke Turki
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved