Protes Lockdown, PM Prancis Dibombardir Paket Celana Dalam
Rabu, 21 April 2021 - 06:29 WIB
loading...
A
A
A
“Anda akan menemukan terlampir dengan surat ini sebuah elemen kehidupan sehari-hari yang dianggap tidak penting oleh pemerintah Anda: celana dalam,” bunyi surat dari kelompok.
“Bukankah ini masalah kebersihan dan perlindungan?” tanya kelompok itu.
“Toko bunga, penjual buku, penata rambut, dan bahkan toko kaset telah ditetapkan sebagai bisnis 'penting'. Tapi bagaimana dengan celana dalam? Bukankah itu masalah kebersihan dan perlindungan? " kata kelompok itu dalam siaran persnya seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (21/4/2021).
Baca juga: Pandemi Covid-19 Memburuk, PM Inggris Batalkan Kunjungan ke India
Grup tersebut berharap upaya pengirimannya akan mengingatkan orang-orang akan situasi sangat kritis yang dialami oleh ratusan toko pakaian dalam di seluruh Prancis.
Menteri Kesehatan Prancis Olivier Véran mengatakan minggu ini usaha yang tidak penting dapat segera dibuka kembali, jika mereka berada di wilayah berisiko rendah untuk COVID-19.
“Bukankah ini masalah kebersihan dan perlindungan?” tanya kelompok itu.
“Toko bunga, penjual buku, penata rambut, dan bahkan toko kaset telah ditetapkan sebagai bisnis 'penting'. Tapi bagaimana dengan celana dalam? Bukankah itu masalah kebersihan dan perlindungan? " kata kelompok itu dalam siaran persnya seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (21/4/2021).
Baca juga: Pandemi Covid-19 Memburuk, PM Inggris Batalkan Kunjungan ke India
Grup tersebut berharap upaya pengirimannya akan mengingatkan orang-orang akan situasi sangat kritis yang dialami oleh ratusan toko pakaian dalam di seluruh Prancis.
Menteri Kesehatan Prancis Olivier Véran mengatakan minggu ini usaha yang tidak penting dapat segera dibuka kembali, jika mereka berada di wilayah berisiko rendah untuk COVID-19.
Lihat Juga :