Protes Lockdown, PM Prancis Dibombardir Paket Celana Dalam

loading...
Protes Lockdown, PM Prancis Dibombardir Paket Celana Dalam
Para penjual pakaian dalam membombardir PM Prancis dengan paket celana dalam sebagai bentuk protes penguncian atau lockdown akibat COVID-19. Foto/Russia Today
PARIS - Perdana Menteri (PM) Prancis , Jean Castex, dibombardir dengan paket pakaian dalam sebagai bentuk protes dari toko-toko yang dipaksa tutup untuk menyoroti perjuangan usaha kecil selama penguncian atau lockdown akibat pandemi COVID-19 .

Kiriman berisi celana dalam itu berasal dari pemilih toko pakaian kecil di seluruh Prancis, yang diminta oleh pemerintah untuk tetap tutup karena pandemi COVID-19. Selama lockdown, pengecualian hanya diberikan kepada jenis usaha yang dianggap penting dan para penjual pakaian dalam mengatakan mereka pasti harus ada dalam daftar tersebut.

Mereka yang ambil bagian termasuk dalam grup Action Culottée (Cheeky Action), yang memiliki halaman Facebook di mana pemilik bisnis telah memposting surat dan foto pakaian dalam mereka sebelum mengirimnya ke ruang surat di Matignon.

Seorang pemilik toko mengirim dua pasangcelana dalam terpisah, menulis pesan di keduanya: "Saya penting."

Baca juga: COVID-19 Mengganas di India, 1.761 Meninggal dalam Semalam



Sebuah surat dari kelompok tersebut menyatakan bahwa semua perdagangan itu penting, apa pun yang diperintahkan pemerintah, termasuk penjualan celana dalam.

“Anda akan menemukan terlampir dengan surat ini sebuah elemen kehidupan sehari-hari yang dianggap tidak penting oleh pemerintah Anda: celana dalam,” bunyi surat dari kelompok.

“Bukankah ini masalah kebersihan dan perlindungan?” tanya kelompok itu.

“Toko bunga, penjual buku, penata rambut, dan bahkan toko kaset telah ditetapkan sebagai bisnis 'penting'. Tapi bagaimana dengan celana dalam? Bukankah itu masalah kebersihan dan perlindungan? " kata kelompok itu dalam siaran persnya seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (21/4/2021).

Baca juga: Pandemi Covid-19 Memburuk, PM Inggris Batalkan Kunjungan ke India



Grup tersebut berharap upaya pengirimannya akan mengingatkan orang-orang akan situasi sangat kritis yang dialami oleh ratusan toko pakaian dalam di seluruh Prancis.

Menteri Kesehatan Prancis Olivier Véran mengatakan minggu ini usaha yang tidak penting dapat segera dibuka kembali, jika mereka berada di wilayah berisiko rendah untuk COVID-19.

"Saya terbuka untuk gagasan pendekatan teritori demi teritori saat kami mencabut aturan - seperti saat kami menerapkannya," katanya, seraya menambahkan bahwa pembatasan pandemi akan mulai dicabut pada pertengahan Mei.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top