PBB Desak UEA Buktikan Putri Latifa Masih Hidup

Rabu, 21 April 2021 - 04:33 WIB
loading...
PBB Desak UEA Buktikan...
PBB desak UEA memberikan bukti konkrit jika putri penguasa Dubai, Putri Latifa al Maktoum, masih hidup. Foto/BBC
A A A
JENEWA - PBB telah meminta Uni Emirat Arab (UEA) untuk memberikan bukti "konkret" bahwa Putri Latifa al Maktoum , putri penguasa Dubai yang dilaporkan ditahan, masih hidup. PBB mengatakan membutuhkan lebih banyak informasi terkait hal tersebut.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jenewa pada hari Selasa, pakar hak asasi manusia PBB juga mengatakan dia harus dibebaskan segera.

Para ahli PBB meminta pemerintah UEA sekali lagi untuk memberikan informasi yang berarti tentang nasib Putri Latifa tanpa penundaan. Mereka meminta verifikasi independen atas kondisi di mana dia ditahan, dan untuk pembebasannya segera.

"Pernyataan yang dikeluarkan oleh otoritas Emirates hanya menunjukkan bahwa dia dirawat di rumah tidak cukup pada tahap ini," bunyi pernyataan itu.

"Kami khawatir bahwa, setelah rilis publik pada bulan Februari dari rekaman di mana Sheikha Latifa melaporkan dirampas kebebasannya bertentangan dengan keinginannya, dan permintaan resmi berikutnya untuk informasi lebih lanjut tentang situasinya, tidak ada informasi konkret yang diberikan oleh otoritas," pernyataan itu menambahkan seperti dikutip dari BBC, Rabu (21/4/2021).

Baca juga: PBB Tagih Bukti Putri Latifa Masih Hidup kepada UEA

Putri Latifa mencoba melarikan diri dari Dubai pada 2018. Dalam rekaman yang dibagikan dengan BBC Panorama, dia mengatakan pasukan komando membiusnya dan membawanya kembali ke tahanan.

Keluarga kerajaan Dubai sebelumnya mengatakan Putri Latifa aman dan dirawat di rumah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Nasib Apes Pesawat Boeing...
Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
Kebakaran Hanguskan...
Kebakaran Hanguskan Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat, Pemukim Yahudi Dievakuasi
Tegas! Wali Kota New...
Tegas! Wali Kota New York Zohran Mamdani: Netanyahu Penjahat Perang!
Rekomendasi
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved