Ceko Minta Uni Eropa dan NATO Usir Diplomat Rusia
Rabu, 21 April 2021 - 03:34 WIB
loading...
A
A
A
Perdana Menteri Ceko Andrej Babis mengatakan insiden yang menewaskan dua orang itu adalah serangan teror yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayahnya yang tidak dapat diterima.
Babis mengatakan bahwa amunisi yang ditargetkan dalam ledakan itu milik seorang pedagang senjata Bulgaria yang mungkin menjual senjata kepada entitas yang berperang melawan Rusia.
Serangan itu terjadi pada tahun yang sama ketika Rusia mencaplok semenanjung Crimea dari Ukraina dan pecahnya konflik antara pasukan Ukraina dengan pemberontak yang didukung Rusia di belahan timur negara itu.
Babis mengatakan serangan fatal itu "gagal," karena bahan militer itu mungkin dimaksudkan untuk meledak dalam perjalanan ke Bulgaria dan bukan di wilayah Ceko.
Pedagang senjata Bulgaria, perusahaan Emco yang dimiliki oleh pengusaha Emilian Gebrev, membantah adanya kesepakatan yang melibatkan depo tersebut pada saat itu.
Gebrev sendiri adalah korban percobaan peracunan pada 2015 di Ibu Kota Bulgaria Sofia, dan penyelidikan atas percobaan pembunuhannya sedang berlangsung.
Babis mengatakan bahwa amunisi yang ditargetkan dalam ledakan itu milik seorang pedagang senjata Bulgaria yang mungkin menjual senjata kepada entitas yang berperang melawan Rusia.
Serangan itu terjadi pada tahun yang sama ketika Rusia mencaplok semenanjung Crimea dari Ukraina dan pecahnya konflik antara pasukan Ukraina dengan pemberontak yang didukung Rusia di belahan timur negara itu.
Babis mengatakan serangan fatal itu "gagal," karena bahan militer itu mungkin dimaksudkan untuk meledak dalam perjalanan ke Bulgaria dan bukan di wilayah Ceko.
Pedagang senjata Bulgaria, perusahaan Emco yang dimiliki oleh pengusaha Emilian Gebrev, membantah adanya kesepakatan yang melibatkan depo tersebut pada saat itu.
Gebrev sendiri adalah korban percobaan peracunan pada 2015 di Ibu Kota Bulgaria Sofia, dan penyelidikan atas percobaan pembunuhannya sedang berlangsung.
(ian)
Lihat Juga :