Dua Kaki Tangan Eks Bos Nissan Carlos Ghosn Ditangkap di AS

Kamis, 21 Mei 2020 - 10:54 WIB
loading...
Dua Kaki Tangan Eks...
Mantan chairman Nissan Carlos Ghosn. Foto/REUTERS/Mohamed Azakir/File Photo
A A A
BOSTON - Seorang ayah dan anak lelakinya yang diduga membantu mantan bos Nissan Carlos Ghosn melarikan diri dari Jepang Desember lalu ditangkap di Amerika Serikat (AS). Dokumen dan pejabat pengadilan Amerika mengonfirmasi penangkapan kedua kaki tangan Ghosn.

Michael Taylor, 59, seorang mantan anggota pasukan khusus AS beralih menjadi kontraktor keamanan, dan putranya Peter Taylor, 27, disebutkan dalam surat perintah penangkapan Jepang yang meminta ekstradisi mereka.

Dokumen pengadilan menyatakan mereka telah diperintahkan untuk tampil melalui konferensi video pada pukul 19.30 GMT hari Rabu di hadapan hakim federal AS di Massachusetts. (Baca: Media Jepang: Ghosn Kabur Pakai Salah Satu dari 2 Paspor Prancis )

Keduanya menimbulkan risiko penerbangan dan harus tetap dalam penahanan karena Amerika Serikat menunggu permintaan ekstradisi resmi dari Jepang. Demikian disampaikan jaksa penuntut dalam pengajuan penahanan ke Pengadilan Distrik AS di Massachusetts.

"Peter Taylor adalah risiko penerbangan yang sangat tinggi dan fakta itu saja membutuhkan penahanannya," tulis pihak kejaksaan setempat. Seorang pejabat Departemen Kehakiman Amerika mengatakan kepada AFP yang dilansir Kamis (21/5/2020) bahwa Taylor dan putranya ditangkap Rabu pagi di Harvard, Massachusetts.

Putra Taylor bersiap untuk melakukan perjalanan ke Lebanon, tempat di mana Ghosn melarikan diri setelah menyelinap keluar dari Jepang. Ghosn sendiri memiliki kewarganegaraan Brasil, Lebanon dan Prancis.

Amerika Serikat dan Jepang memiliki perjanjian ekstradisi, tetapi Lebanon dan Jepang tidak. (Baca juga: Dibuat Malu Luar Biasa, Jepang Coba Pecahkan Misteri Kaburnya Ghosn )

Keluarga Taylor dan seorang pria Lebanon bernama George-Antoine Zayek dituduh oleh Jepang membantu Ghosn melarikan diri dari negara kepulauan itu pada tanggal 29 Desember. Ghosn keluar dengan jaminan pembebasan untuk persidangan atas tuduhan kejahatan keuangan ketika dia melarikan diri dengan berani karena berhasil menembus berbagai pemeriksaan ketat.

"Antara Juli dan Desember 2019, Peter Taylor melakukan beberapa perjalanan ke Jepang dan bertemu dengan Ghosn setidaknya tujuh kali," kata jaksa penuntut dalam pengajuan penahanan.

Menurut dokumen pengadilan, Taylors dan Zayek membantu bekas bos perusahaan mobil itu bersembunyi di dalam kotak hitam besar yang digunakan untuk mengangkut peralatan audio untuk musik, yang kemudian dimasukkan ke jet pribadi.

Pada saat itu, bagasi yang diletakkan di pesawat mengindikasikan itu tidak perlu diperiksa.

Menurut dokumen pengajuan penahanan ke pengadilan, Michael Taylor dan Zayek menyamar sebagai musisi. Mereka bepergian dengan Ghosn dengan kereta api berkecepatan tinggi dari Tokyo ke Osaka, di mana mereka memasuki kamar 4609 sebuah hotel dekat Bandara Internasional Kansai.

Trik-trik yang digunakan Ghosn dalam pelariannya mirip trik sulap Houdini. "Tidak ada gambar Ghosn meninggalkan kamar 4609," kata pihak pengadilan, mengutip bukti rekaman kamera keamanan.

"Sebaliknya, Ghosn bersembunyi di salah satu dari dua kotak hitam besar yang dibawa oleh Michael Taylor dan Zayek."

Masih menurut dokumen pengadilan, kedua pria itu naik jet pribadi berangkat ke Turki pada malam itu. "Dua hari kemudian, pada 31 Desember 2019, Ghosn membuat pengumuman kepada publik bahwa dia berada di Lebanon," imbuh jaksa penuntut.

Pemerintah Jepang mengatakan awal tahun ini bahwa tidak ada catatan Ghosn meninggalkan negara itu.

"Plot untuk mengusir Ghosn dari Jepang adalah salah satu tindakan pelarian yang paling berani dan diatur dengan baik dalam sejarah baru-baru ini, yang melibatkan serangkaian pertemuan hotel yang memusingkan, perjalanan kereta peluru, persona palsu dan penyewaan jet pribadi," papar jaksa penuntut.

Pada Februari, Nissan mengajukan gugatan perdata untuk mengklaim kembali sekitar 10 miliar yen (USD90 juta) dari Ghosn untuk apa yang disebutnya "tahun kesalahannya dan aktivitas penipuannya".
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Gelar Santunan Yatim...
Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa, PT Pegadaian CPS Pondok Aren Perkokoh Komitmen ESG
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved