Media Jepang: Ghosn Kabur Pakai Salah Satu dari 2 Paspor Prancis

Kamis, 02 Januari 2020 - 15:33 WIB
Media Jepang: Ghosn...
Media Jepang: Ghosn Kabur Pakai Salah Satu dari 2 Paspor Prancis
A A A
TOKYO - Mantan Chairman Nissan Carlos Ghosn , yang melarikan diri ke Lebanon untuk menghindari persidangan Jepang, membawa salah satu dari dua paspor Prancis-nya. Media Jepang, NHK, melaporkan hal tersebut, Kamis (2/1/2020).

Kaburnya mantan bos Nissan ini memicu Jepang meluncurkan penyelidikan ke dalam skandal sistem keamanan yang memalukan.

Ghosn, yang menghadapi beberapa tuduhan pelanggaran keuangan yang dia bantah, mendapatkan pembebasan dengan jaminan pada bulan April. Meski demikian, dia dinyatakan sebagai tahanan rumah dengan syarat ketat, termasuk dilarang bepergian ke luar negeri.

Pengacara utamanya, Junichiro Hironaka mengatakan, tim pengacara memegang tiga paspor milik taipan internasional dengan status paspor berkewarganegaraan Prancis, Brazil, dan Lebanon. (Baca: Ghosn Bertemu Presiden Lebanon setelah Melarikan Diri dari Jepang )

Tetapi lembaga penyiaran publik Jepang, NHK, dalam laporannya mengatakan bahwa pengadilan mengizinkan Ghosn menyimpan paspor Prancis yang kedua asalkan disimpan "dalam kasus yang dikunci" dengan kunci dipegang oleh pengacaranya.

Menurut NHK, tidak ada data emigrasi yang menunjukkan keberangkatan Ghosn dari Jepang, namun dia memasuki Lebanon dengan paspor Prancis.

Jaksa penuntut dan polisi siap untuk melakukan penyelidikan terkait pelarian Ghosn yang menakjubkan. Dia diduga kuat pergi dengan cara yang melanggar hukum.

Pihak berwenang berencana untuk menganalisis rekaman kamera keamanan dari kediamannya dan tempat-tempat lain yang mereka duga Ghosn muncul sebelum dia melarikan diri.

Polisi mencurigai beberapa orang yang menemaninya untuk membantunya melarikan diri. Otoritas terkait Jepang belum mengonfirmasi laporan NHK.

Ketika pengacara berdebat untuk membebaskan Ghosn dengan jaminan, jaksa penuntut mengklaim bahwa dia berisiko terbang dengan koneksi yang kuat. Namun, Ghosn saat itu mengatakan bahwa dia ingin diadili untuk membuktikan bahwa dia tidak bersalah.

Salah satu pengacaranya juga mengatakan bahwa dia adalah sosok dengan wajah yang sangat terkenal sehingga dia tidak memiliki kesempatan untuk lolos tanpa terdeteksi.

Beberapa negara mengizinkan orang untuk memiliki dua paspor dengan kewarganegaraan yang sama, dengan alasan termasuk jika mereka bepergian ke negara-negara yang berkonflik satu sama lain.
(mas)
Berita Terkait
Macron: Para Pemimpin...
Macron: Para Pemimpin Lebanon Telah Ingkari Janji Mereka
Lewat Telepon, Putin-Macron...
Lewat Telepon, Putin-Macron Bahas Situasi Lebanon
Presiden Prancis Kecam...
Presiden Prancis Kecam 'Kegagalan Moral' Para Politisi Lebanon
Presiden Prancis Galang...
Presiden Prancis Galang Donasi untuk Lebanon
Sambangi Beirut, Macron...
Sambangi Beirut, Macron Diminta Bantu Revolusi Pemerintahan Lebanon
Daftar Negara yang Jadi...
Daftar Negara yang Jadi Sekutu Lebanon
Berita Terkini
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
1 jam yang lalu
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
4 jam yang lalu
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
6 jam yang lalu
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
6 jam yang lalu
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
7 jam yang lalu
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
8 jam yang lalu
Infografis
Salah Satu Negara NATO...
Salah Satu Negara NATO Sebut AS Sudah Menjadi Pelayan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved