Rusia Tuding Barat Pasok Senjata ke Ukraina
Sabtu, 17 April 2021 - 03:39 WIB
loading...
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova. Foto/Asbarez
A
A
A
MOSKOW - Rusia telah memberi tahu para pendukung Ukraina di Barat untuk berhenti menyediakan senjata bagi negara yang bermasalah itu dan sebaliknya mencoba meredakan situasi di Donbass. Kementerian Luar Negeri Rusia menambahkan bahwa pejabat Rusia tidak mempercayai "kewarasan" Kiev.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menunjuk pada kematian ribuan warga sipil di wilayah tersebut, mengatakan bahwa Kiev tidak dihukum atas dugaan pembunuhan, yang katanya diabaikan oleh komunitas internasional.
"Seolah-olah sama sekali tidak terlihat," ujarnya seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (17/4/2021).
Konflik Donbass telah berlangsung sejak 2014 di timur Ukraina. Republik yang dideklarasikan sendiri di wilayah Donetsk dan Lugansk saat ini menguasai sebagian besar tanah dan menganggap diri mereka independen dari Kiev. Sementara Rusia tidak mengakui wilayah yang memisahkan diri ini, Ukraina menuduh Kremlin mendukung mereka.
Pada September 2014, para pemimpin pemberontak menandatangani kesepakatan damai dengan Ukraina, yang dikenal sebagai Protokol Minsk. Dalam beberapa pekan terakhir, Kiev menyarankan agar perjanjian ini diabaikan, dihapus, atau diganti.
Baca juga: Ukraina Ketar-ketir dengan 110.000 Tentara dan Senjata Nuklir Rusia
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menunjuk pada kematian ribuan warga sipil di wilayah tersebut, mengatakan bahwa Kiev tidak dihukum atas dugaan pembunuhan, yang katanya diabaikan oleh komunitas internasional.
"Seolah-olah sama sekali tidak terlihat," ujarnya seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (17/4/2021).
Konflik Donbass telah berlangsung sejak 2014 di timur Ukraina. Republik yang dideklarasikan sendiri di wilayah Donetsk dan Lugansk saat ini menguasai sebagian besar tanah dan menganggap diri mereka independen dari Kiev. Sementara Rusia tidak mengakui wilayah yang memisahkan diri ini, Ukraina menuduh Kremlin mendukung mereka.
Pada September 2014, para pemimpin pemberontak menandatangani kesepakatan damai dengan Ukraina, yang dikenal sebagai Protokol Minsk. Dalam beberapa pekan terakhir, Kiev menyarankan agar perjanjian ini diabaikan, dihapus, atau diganti.
Baca juga: Ukraina Ketar-ketir dengan 110.000 Tentara dan Senjata Nuklir Rusia
Lihat Juga :