UE Sanksi 10 Orang dan Dua Perusahaan Militer Myanmar
Kamis, 15 April 2021 - 22:57 WIB
loading...
A
A
A
Misi pencari fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2019 merekomendasikan sanksi terhadap kedua perusahaan dan anak perusahaan mereka, dengan mengatakan mereka memberi sumber pendapatan tambahan kepada tentara yang dapat membiayai pelanggaran hak asasi manusia.
Seperti beberapa kekuatan Barat, Uni Eropa mengutuk kudeta dan menyerukan pemulihan pemerintahan sipil.
Kudeta telah menjerumuskan Myanmar ke dalam krisis setelah 10 tahun langkah tentatif menuju demokrasi. Di samping protes harian, pemogokan oleh pekerja di banyak sektor juga telah membuat ekonomi macet.
Sebuah kelompok aktivis, Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik, mengatakan pasukan keamanan telah membunuh 715 pengunjuk rasa sejak penggulingan pemerintah Suu Kyi.
Baca juga: Tentara Myanmar Gunakan Peluncur Granat, Puluhan Demonstran Tewas
Seperti beberapa kekuatan Barat, Uni Eropa mengutuk kudeta dan menyerukan pemulihan pemerintahan sipil.
Kudeta telah menjerumuskan Myanmar ke dalam krisis setelah 10 tahun langkah tentatif menuju demokrasi. Di samping protes harian, pemogokan oleh pekerja di banyak sektor juga telah membuat ekonomi macet.
Sebuah kelompok aktivis, Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik, mengatakan pasukan keamanan telah membunuh 715 pengunjuk rasa sejak penggulingan pemerintah Suu Kyi.
Baca juga: Tentara Myanmar Gunakan Peluncur Granat, Puluhan Demonstran Tewas
(ian)
Lihat Juga :