Pejabat Intelijen Israel Dilaporkan Bertemu dengan Putra Khalifa Haftar

loading...
Pejabat Intelijen Israel Dilaporkan Bertemu dengan Putra Khalifa Haftar
Pejabat intelijen Israel dilaporkan bertemu dengan putra panglima perang Libya Jenderal Khalifa Haftar, Sadam Haftar (kiri). Foto/Al Araby
TEL AVIV - Putra panglima perang Libya Jenderal Khalifa Haftar dilaporkan bertemu dengan pejabat intelijen Israel pada Maret untuk membahas pencalonan presiden 2021. Begitu laporan Washington Free Beacon mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya.

Menurut media yang berbasis di Amerika Serikat (AS) itu, Saddam Haftar bertemu dengan pejabat Israel secara pribadi, mengutip sumber yang tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang lokasi tersebut.

Laporan itu mengatakan Haftar diam-diam mencari dukungan Barat untuk kampanyenya.

Baca juga: Jenderal Haftar Umbar Ancaman, Pasukan Turki Jadi Target Serangan

"Dia membahas situasi di kawasan itu dengan para pejabat Israel, dan dugaan aspirasi untuk stabilitas negaranya, serta dukungannya untuk demokrasi, hukum dan ketertiban di Libya," kata sumber itu.



"Israel mendukungnya," tambah sumber itu seperti dikutip dari Al Araby, Sabtu (10/4/2021).

Pemilihan umum di Libya telah ditetapkan akan berlangsung pada Desember mendatang. Itu diharapkan akan menjadi pertarungan antara Haftar melawan Saif al-Islam Qaddafi, putra mantan diktator Libya Muammar Gaddafi.

Baca juga: Jenderal Haftar LNA ke Erdogan: Hengkang dari Libya atau Hadapi Peluru Kami!

Israel sendiri tidak memiliki hubungan resmi dengan Libya, yang merupakan pendukung setia perjuangan Palestina di bawah Gaddafi, yang digulingkan pada 2011.

Libya telah mengalami kekacauan sejak 2011 ketika perang saudara menggulingkan diktator Gaddafi, yang kemudian terbunuh.



Berbagai laporan menyoroti dukungan Israel untuk Khalifa Haftar, yang menyebut dirinya Tentara Nasional Libya (LNA) memimpin serangan di ibu kota Tripoli.

Baca juga: Tentara Libya Sita Persenjataan dari UEA untuk Khalifa Haftar

Haftar juga diam-diam bertemu dengan para pejabat intelijen Israel, yang mengakibatkan militer Israel melatih milisinya dalam "perang jalanan", sebuah sumber mengatakan kepada The New Arab pada Desember 2019.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top