Jenderal Haftar LNA ke Erdogan: Hengkang dari Libya atau Hadapi Peluru Kami!

Senin, 03 Agustus 2020 - 14:14 WIB
loading...
Jenderal Haftar LNA...
Jenderal Khalifa Haftar (tengah), komandan Tentara Nasional Libya (LNA). Foto/REUTERS/Esam Omran Al-Fetori/File Photo
A A A
TRIPOLI - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan diperingatkan untuk membawa pasukannya hengkang dari Libya atau akan menghadapi respons bersenjata dari kelompok Tentara Nasional Libya (LNA).

Peringatan itu disampaikan langsung orang kuat militer timur Libya Jenderal Khalifa Haftar , yang memimpin LNA dalam konflik dengan pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) di Tripoli yang dipimpin oleh Fayez Al-Sarraj.

Erdogan telah mengirim tentara bayaran yang didukung Turki dari Suriah untuk berperang mendukung GNA. Selain itu, Turki juga memasok artileri dan senjata berat yang telah menguntungkan pasukan GNA.

Dalam pidatonya di hadapan pasukannya untuk menandai Idul Adha, Jenderal Haftar menuduh presiden Turki datang ke Libya untuk mencari warisan leluhurnya.

"Kami memberi tahu dia bahwa kami akan menerjemahkan warisan leluhur Anda dengan peluru," kata Haftar, seperti dikutip Arab News, Senin (3/8/2020). "Untuk pasukan Turki di Libya, akan ada tidak ada belas kasihan karena mereka tidak pantas mendapatkan belas kasihan," katanya lagi.

"Rakyat Libya tidak akan pernah menerima diduduki oleh orang Turki, dan tidak akan pernah lagi dijajah," imbuh Haftar.

Samuel Ramani, seorang peneliti di Universitas Oxford di Inggris, mengatakan kepada Arab News bahwa Haftar meningkatkan retorikanya melawan Turki. (Baca: Turki-Mesir di Ambang Perang di Libya, Ini Perbandingan Militernya )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
ANCAMAN KERAS IRAN!...
ANCAMAN KERAS IRAN! Kirim Pesan Menghancurkan, Tantang AS Perang Terbuka!
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Israel Incar Pemimpin...
Israel Incar Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Siap Perang Lagi 
Rekomendasi
Polisi Tetapkan 3 Mantan...
Polisi Tetapkan 3 Mantan Pejabat Pertamina Niaga dan Samin Tan Tersangka Jual Beli BBM
Bursa Saham RI Diguncang...
Bursa Saham RI Diguncang MSCI, OJK Garansi Pasar Modal RI Tak Akan Turun Kasta
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Berita Terkini
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved