Jenderal Haftar Umbar Ancaman, Pasukan Turki Jadi Target Serangan

Sabtu, 26 Desember 2020 - 01:10 WIB
loading...
Jenderal Haftar Umbar...
Jenderal Khalifa Haftar. Foto/Middle East Online
A A A
BENGHAZI - Jenderal Khalifa Haftar mengancam akan menggunakan kekuatan terhadap pasukan Turki jika Ankara tidak berhenti ikut campur di Libya yang tengah dilanda perang. Haftar adalah komandan Tentara Nasional Libya (LNA) yang menjadi pesaing bagi pemerintahan Libya yang diakui PBB.

Komentar Khalifa Haftar muncul sebagai respon atas keputusan parlemen Turki yang memperpanjang undang-undang selama 18 bulan yang memungkinkan penempatan pasukan Turki di Libya. Bantuan militer Turki kepada pemerintah yang berbasis di Tripoli - termasuk penasihat, peralatan, dan intelijen - membantu menghentikan serangan Haftar selama setahun di Ibu Kota. Turki juga dituduh mengirim ribuan tentara bayaran Suriah ke Libya.

"Tidak akan ada keamanan atau perdamaian selama sepatu bot militer Turki menodai tanah kami yang bersih," kata Haftar dalam pernyataan dari markasnya di Benghazi, pada peringatan 69 tahun kemerdekaan Libya.



"Kami akan membawa senjata untuk mewujudkan perdamaian dengan tangan kami sendiri dan keinginan bebas kami," imbuhnya seperti dikutip dari Al Araby, Sabtu (26/12/2020).

Libya jatuh ke dalam kekacauan setelah pemberontakan tahun 2011 yang menggulingkan dan membunuh diktator Muammar Gaddafi. Sejak 2015, Libya telah terbagi antara dua pemerintahan, satu di timur dan satu di barat. Pemerintah barat dikenal sebagai Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) dan secara resmi diakui oleh PBB.

Haftar telah bersekutu dengan pemerintah timur di Benghazi, sementara Turki mendukung GNA yang berbasis di Tripoli.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baykar dan Leonardo...
Baykar dan Leonardo Kembangkan Drone MUM-T yang Jadi Andalan Perang Masa Depan
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Trump Peringatkan China-Rusia...
Trump Peringatkan China-Rusia Tak Kirim Senjata ke Iran: Mereka Akan Bernasib Buruk!
Rekomendasi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Tanoto Scholars Gathering...
Tanoto Scholars Gathering 2026 Perkuat Kepemimpinan 240 Penerima Beasiswa TELADAN
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Thailand Pesta Gol ke Gawang Laos, Rebut Puncak Klasemen dari Malaysia
Berita Terkini
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Infografis
Gunung Berapi Bawah...
Gunung Berapi Bawah Laut Jadi Ancaman AS setelah Kebakaran Hutan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved