Cemburu, Seorang Suami Tusuk Istrinya 300 Kali hingga Tewas
Sabtu, 10 April 2021 - 04:21 WIB
loading...
A
A
A
Menurut keterangan di pengadilan, Leather mengaku bertengkar dengan sang istri. Dia memukul, menjatuhkan korban ke lantai dan kemudian pergi ke dapur untuk mengambil pisau.
Tiga anak korban, yang semuanya sudah dewasa, membacakan pernyataan yang kuat dan mengharukan di mana mereka mengecam ayah mereka yang telah mengendalikan Ibu mereka dan mengambil nyawanya dalam serangan biadab.
Baca juga: Terungkap, Bos ISIS yang Sekarang Eks Tahanan yang Bantu AS
Pembela terdakwa, Julian Nutter, mengatakan Leather sudah mengaku bersalah. Menurutnya, tiga laporan psikiatri tidak menemukan bukti apa pun untuk mendukung pembelaan.
Menurutnya, Leather masih mencintai keluarganya dan menganggap Paula untuk menjadi istri terbaik yang bisa diinginkan seorang pria dan masih mencintai dan merindukannya.
Hakim Menary mengatakan pada Leather: "Terus terang, tidak mungkin melebih-lebihkan tingkat kekerasan yang Anda gunakan—fitur dari kasus ini yang pasti memiliki efek yang mendalam dan bertahan lama pada keluarga."
"Korban adalah istri yang setia dan mendukung meskipun terkadang sikap Anda sangat sulit dan merendahkan dia," lanjut hakim. "Tuduhan bahwa korban tidak setia adalah isapan jempol dari imajinasi Anda."
Hakim juga membuat perintah penahanan tidak terbatas yang mencegah Leather menghubungi para kerabatnya, termasuk anak-anaknya.
Tiga anak korban, yang semuanya sudah dewasa, membacakan pernyataan yang kuat dan mengharukan di mana mereka mengecam ayah mereka yang telah mengendalikan Ibu mereka dan mengambil nyawanya dalam serangan biadab.
Baca juga: Terungkap, Bos ISIS yang Sekarang Eks Tahanan yang Bantu AS
Pembela terdakwa, Julian Nutter, mengatakan Leather sudah mengaku bersalah. Menurutnya, tiga laporan psikiatri tidak menemukan bukti apa pun untuk mendukung pembelaan.
Menurutnya, Leather masih mencintai keluarganya dan menganggap Paula untuk menjadi istri terbaik yang bisa diinginkan seorang pria dan masih mencintai dan merindukannya.
Hakim Menary mengatakan pada Leather: "Terus terang, tidak mungkin melebih-lebihkan tingkat kekerasan yang Anda gunakan—fitur dari kasus ini yang pasti memiliki efek yang mendalam dan bertahan lama pada keluarga."
"Korban adalah istri yang setia dan mendukung meskipun terkadang sikap Anda sangat sulit dan merendahkan dia," lanjut hakim. "Tuduhan bahwa korban tidak setia adalah isapan jempol dari imajinasi Anda."
Hakim juga membuat perintah penahanan tidak terbatas yang mencegah Leather menghubungi para kerabatnya, termasuk anak-anaknya.
(min)
Lihat Juga :