Taiwan Siap Berjuang Hingga Titik Darah Penghabisan Jika China Menyerang

Rabu, 07 April 2021 - 13:11 WIB
loading...
Taiwan Siap Berjuang...
Taiwan siap berjuang hingga titik darah penghabisan jika China menyerang. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
TAIPEI - Menteri Luar Negeri Taiwan , Joseph Wu menyatakan, Taipei akan berjuang sampai akhir jika China menyerang. Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat (AS) melihat bahwa bahaya itu dapat terjadi di tengah meningkatnya tekanan militer China, termasuk latihan kapal induk, di dekat pulau itu.

Taiwan yang diklaim China telah mengeluhkan aktivitas militer berulang kali Beijing dalam beberapa bulan terakhir, dengan angkatan udara China hampir setiap hari melakukan serangan di zona identifikasi pertahanan udara Taiwan. Pada hari Senin, China mengatakan sebuah kelompok kapal induk sedang berlatih di dekat pulau itu.

Baca juga: Kapal Induk dan Beberapa Kapal Perang China Bermanuver di Dekat Taiwan

"Dari pemahaman saya yang terbatas tentang para pembuat keputusan Amerika yang mengamati perkembangan di wilayah ini, mereka dengan jelas melihat kemungkinan bahaya China melancarkan serangan terhadap Taiwan," kata Wu kepada wartawan di kementeriannya.

“Kami bersedia membela diri tanpa pertanyaan dan kami akan berperang jika kami perlu berperang. Dan jika kita perlu mempertahankan diri kita sendiri sampai hari terakhir kita akan membela diri kita sendiri sampai hari terakhir," tegasnya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (7/4/2021).

Washington, pendukung dan pemasok senjata internasional terpenting bagi Taiwan, telah mendorong Taipei untuk memodernisasi militernya sehingga bisa menjadi "landak" yang sulit diserang China.

Wu mengatakan mereka bertekad untuk meningkatkan kemampuan militer mereka dan membelanjakan lebih banyak untuk pertahanan.

“Pertahanan Taiwan adalah tanggung jawab kami. Kami akan mencoba segala cara yang kami bisa untuk meningkatkan kemampuan pertahanan kami," ujarnya.

Baca juga: China Desak AS Hentikan Komunikasi Resmi dengan Taiwan

Pada acara terpisah, Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan akan menjalankan latihan perang dengan bantuan komputer pada bulan ini. Latihan itu akan mencoba mensimulasikan serangan China terhadap Taiwan, membentuk fase pertama dari latihan perang tahunan terbesar Taiwan, latihan Han Kuang.

Fase kedua, termasuk latihan tembak langsung, akan terjadi pada bulan Juli.

"Latihan tersebut dirancang berdasarkan ancaman musuh terberat, yang mensimulasikan semua kemungkinan skenario invasi musuh di Taiwan," kata Mayor Jenderal Liu Yu-Ping kepada wartawan.

Fase kedua dari latihan perang Taiwan akan melibatkan mobilisasi sekitar 8.000 cadangan untuk bergabung dengan latihan tembak langsung, latihan anti-pendaratan, dan rumah sakit mengadakan latihan untuk menangani masuknya banyak korban.

Ditanya apakah kedutaan de facto Washington, Institut Amerika di Taiwan, akan mengirim perwakilan ke latihan, Liu mengatakan rencana seperti itu telah dibahas tetapi tidak akan dilakukan, dengan alasan sensitivitas militer.

Baca juga: Gelar Latihan, Militer China Bersiap Hadapi Intervensi AS di Selat Taiwan

Taiwan belum mengatakan di mana grup kapal induk China saat ini, atau apakah telah pergi ke sebelah Laut China Selatan yang disengketakan, tempat grup kapal induk AS saat ini beroperasi.

Berbicara di parlemen, Wakil Menteri Pertahanan Chang Che-ping mengatakan pergerakan kapal induk China diikuti dengan seksama, dan menggambarkan latihannya sebagai rutinitas.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Prancis Juara Grup I,...
Prancis Juara Grup I, Senegal Pesta Gol ke Gawang Irak
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Berita Terkini
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Infografis
Tegaskan Status Negara...
Tegaskan Status Negara Berdaulat, Taiwan Lawan China di PBB
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved