Dihukum Squat Jump karena Langgar Jam Malam, Pria Filipina Meninggal

Selasa, 06 April 2021 - 14:26 WIB
loading...
Dihukum Squat Jump karena...
Seorang pria Filipina meninggal setelah dihukum jump squat 300 kali karena melanggar jam malam COVID-19. Foto/Ilustrasi
A A A
MANILA - Seorang pria Filipina berusia 28 tahun meninggal setelah diduga dipaksa melakukan hukuman squat jump sebanyak 300 kali oleh penjaga desa. Hukuman diberikan karena korban melanggar aturan karantina virus Corona baru .

Media Filipina, Rappler melaporkan, Darren Manaog Penaredondo ketahuan membeli air minum setelah jam 6 sore waktu. Ia diduga melanggar jam malam COVID-19 yang diberlakukan di kota General Trias, di provinsi Cavite. Provinsi ini berada di bawah "status karantina komunitas yang ditingkatkan" yang mencakup jam malam dari jam 6 sore sampai jam 5 pagi.

Kolega Penaredondo, Reichelyn Balce, memberi tahu Rappler bahwa korban dan pria lain yang diduga melanggar larangan COVID-19 dibawa ke Plaza Malabon di depan balai kota. Kemudian, mereka disuruh melakukan squats jump 100 kali pada Kamis pekan lalu.

Pihak berwenang diduga mengatakan pasangan itu akan dipaksa untuk mengulangi gerakan jika mereka tidak kompak dan akhirnya memaksa pasangan untuk melakukan gerakan itu sebanyak 300 kali, tulis Balce dalam sebuah postingan di Facebook.

Baca juga: Warga Pakistan Berebut Beli Vaksin Rusia saat Penjualan Pribadi Dibuka
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Bermusuhan dengan China,...
Bermusuhan dengan China, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Anggaran Militernya
Diburu ICC, Sekutu Duterte...
Diburu ICC, Sekutu Duterte Diperingatkan Tak Kabur dari Filipina
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rahasia Dandy & Ozi...
Rahasia Dandy & Ozi selama Karantina Idol Terbongkar, Sampai Selundupkan Barang Ini!
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Raksasa Teknologi Oracle...
Raksasa Teknologi Oracle PHK 21.000 Karyawan usai Fokus Bisnis Beralih ke AI
Rekomendasi
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Logo Koperasi dalam...
Logo Koperasi dalam Iklan Air Mineral Dinilai Bisa Membingungkan Konsumen
Berita Terkini
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Infografis
6 Negara yang Tidak...
6 Negara yang Tidak Mengenal Malam, Matahari Bersinar Hampir 24 Jam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved