Sebut Rekan Penting, AS Tegaskan Dukungan pada Raja Yordania
Minggu, 04 April 2021 - 13:02 WIB
loading...
AS mengatakan bahwa pemimpin Yordania, Raja Abdullah II adalah mitra kunci mereka dan menegaskan bahwa pemimpin Yordania itu mendapatkan dukungan penuh dari Washington. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa pemimpin Yordania , Raja Abdullah II adalah mitra kunci AS. Washington juga menegaskan bahwa Raja Abdullah mendapatkan dukungan penuh dari AS.
Pernyataan AS ini datang di tengah laporan bahwa otoritas keamanan Yordania telah menangkap sejumlah mantan pejabat dan anggota kerajaan karena diduga hendak melakukan kudeta.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Ned Price mengatakan bahwa Washington mengamati dengan seksama perkembangan situasi di Yordania. Dia kemudian memastikan bahwa Raja Abdullah mendapatkan dukungan penuh dari AS.
“Kami terus mengikuti laporan dan berhubungan dengan pejabat Yordania. Raja Abdullah adalah mitra kunci AS dan dia mendapat dukungan penuh kami," ucapnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (4/4/2021).
Sebelumnya, The Washington Post melaporkan, pihak berwenang Yordania menangkap hampir 20 orang lainnya setelah apa yang oleh para pejabat disebut sebagai "ancaman bagi stabilitas negara".
Pernyataan AS ini datang di tengah laporan bahwa otoritas keamanan Yordania telah menangkap sejumlah mantan pejabat dan anggota kerajaan karena diduga hendak melakukan kudeta.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Ned Price mengatakan bahwa Washington mengamati dengan seksama perkembangan situasi di Yordania. Dia kemudian memastikan bahwa Raja Abdullah mendapatkan dukungan penuh dari AS.
“Kami terus mengikuti laporan dan berhubungan dengan pejabat Yordania. Raja Abdullah adalah mitra kunci AS dan dia mendapat dukungan penuh kami," ucapnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (4/4/2021).
Sebelumnya, The Washington Post melaporkan, pihak berwenang Yordania menangkap hampir 20 orang lainnya setelah apa yang oleh para pejabat disebut sebagai "ancaman bagi stabilitas negara".
Lihat Juga :