Terusan Suez Tersumbat, Mesir Minta Ganti Rugi USD1 Miliar

loading...
Terusan Suez Tersumbat, Mesir Minta Ganti Rugi USD1 Miliar
Pemerintah Mesir berusaha untuk mendapatkan kompensasi USD1 miliar akibat penyumbatan Terusan Suez yang disebabkan kandasnya kapal kargo raksasa Ever Given. Foto/Middle East Eye
KAIRO - Badan pengelola Terusan Suez mengatakan Mesir harus menerima lebih dari USD1 miliar sebagai kompensasi dari perusahaan pemilik kapal yang menyumbat jalur air itu.

Kapal kontainer raksasa Ever Given akhirnya berhasil dibebaskan dari Terusan Suez, membuka blokade arteri vital yang telah ditutup untuk pengiriman internasional selama enam hari.

Baca juga: Kapal Raksasa yang Terjebak di Terusan Suez Dibebaskan, Disambut Meriah

Kapal Ever Given sepanjang 400 meter menjadi berita utama internasional pada 23 Maret setelah macet secara diagonal di bagian selatan Terusan Suez akibat angin kencang, menghentikan lalu lintas di rute pengiriman terpendek antara Eropa dan Asia.





Jalur air itu adalah jalur kehidupan ekonomi penting bagi Mesir, yang mengalirkan sumber daya untuk membuka blokir kapal.

Kepala Otoritas Terusan Suez (SCA), Osama Rabie mengatakan, dia memperkirakan kompensasi yang kemungkinan akan diterima Mesir dari perusahaan yang memiliki Ever Given akan mencapai lebih dari USD1 miliar.

Kepala SCA mengatakan bahwa kompensasi akan dibahas setelah penyelidikan kecelakaan selesai.

"Ini adalah hak negara, Insya Allah, kami akan mencapai satu miliar dan sedikit lebih (sebagai kompensasi)," kata Rabie dalam wawancara dengan saluran Sada Al Balad seperti dikutip dari Middle East Eye, Jumat (2/4/2021).

Rabei menunjukkan bahwa kerusakan termasuk penghentian lalu lintas navigasi di Terusan Suez, yang menghasilkan pendapatan harian bagi Mesir yang diperkirakan mencapai USD14 juta.



Baca juga: Bebaskan Kapal Ever Given, Otoritas Terusan Suez Habiskan Rp14,5 Triliun

Dia menambahkan, SCA akan menghitung biaya pekerjaan peralatan, kerusakan, dan pekerja kanal selama enam hari agar kapal bisa mengapung.

“Ini hak negara, kita tidak akan menyia-nyiakan sepeser pun,” ucapnya. "Kami membiarkan perahunya utuh," imbuhnya.

Rabie mengatakan bahwa penyelidikan atas insiden tersebut dimulai pada Rabu oleh komite yang terdiri dari sekitar enam orang, kebanyakan dari mereka dari SCA, selain konsultan dari luar negeri yang akan peduli dengan perkiraan jumlah kompensasi.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top