Diserang Jet Militer, 3.000 Rakyat Myanmar Lari ke Thailand

loading...
Diserang Jet Militer, 3.000 Rakyat Myanmar Lari ke Thailand
Para warga sipil Myanmar dan milisi Serikat Nasional Karen saat berdemo menentang kudeta militer, 5 Maret 2021. Foto/REUTERS
YANGON - Sekitar 3.000 penduduk desa dari Negara Bagian Karen, Myanmar , melarikan diri ke Thailand. Mereka berusaha menyelamatkan diri dari serangan udara jet militer yang dimulai sejak Sabtu pekan lalu.

Kelompok aktivitas dan media lokal melaporkan wilayah Karen yang digempur militer itu merupakan daerah yang dikuasai oleh kelompok etnis bersenjata.

Baca juga: Kubu Suu Kyi Dulu Bela Militer Aniaya Muslim Rohingya, Sekarang Beda

Organisasi Wanita Karen mengatakan militer Myanmar melancarkan serangan udara di lima wilayah di distrik Mutraw, dekat perbatasan, termasuk kamp pengungsian.

"Saat ini, penduduk desa bersembunyi di hutan saat lebih dari 3.000 orang menyeberang ke Thailand untuk berlindung," bunyi pernyataan organisasi itu yang dilansir Reuters, Senin (29/3/2021).



Media Thailand, PBS, melaporkan sekitar 3.000 orang telah mencapai Thailand.

Otoritas Thailand tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Setidaknya dua serdadu dari kelompok Serikat Nasional Karen (KNU) tewas. Hal itu disampaikan David Eubank, pendiri Free Burma Rangers, sebuah organisasi bantuan.

"Kami tidak pernah mengalami serangan udara di sana selama lebih dari 20 tahun," kata Eubank.

"Kedua, ini terjadi pada malam hari, jadi kemampuan militer Burma (Myanmar) meningkat dengan bantuan Rusia dan China serta negara-negara lain, dan itu mematikan."



Baca juga: Prosesi Penguburan Mahasiswa Myanmar Ditembaki Pasukan Junta

Dalam serangan udara oleh militer pada hari Sabtu, setidaknya tiga warga sipil tewas di sebuah desa yang dikendalikan oleh KNU.

Kelompok milisi itu sebelumnya mengatakan telah menyerbu sebuah pos militer dekat perbatasan, menewaskan 10 orang.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top