Dituduh sebagai Agen Mossad, Profesor Ini Hampir Mati di Penjara Iran

Jum'at, 19 Maret 2021 - 08:49 WIB
loading...
A A A
Djalali mengeklaim dia dihukum karena menolak jadi mata-mata untuk Iran saat bekerja di Eropa.

"Tuduhan terhadapnya sama sekali tidak berdasar dan dia harus diizinkan kembali ke keluarganya di Swedia secepat mungkin," kata para pakar HAM PBB.



Mereka sebenarnya telah menyuarakan peringatan akan kondisi seperti itu pada bulan November, ketika profesor itu tiba-tiba dibawa ke sel isolasi, menimbulkan kekhawatiran bahwa eksekusinya akan segera terjadi.

"Perlakuan kejam dan tidak manusiawi oleh pihak berwenang, (telah) menimbulkan kekhawatiran bahwa—bahkan jika dia tidak dieksekusi—dia mungkin akan segera mati dalam penahanan," imbuh para pakar tersebut.

Para pakar mengatakan petugas penjara menyinari sel kecil Djalali 24 jam sehari untuk membuatnya tidak bisa tidur.

Pada saat yang sama, mereka memperingatkan, masalah medis telah mencegahnya makan dengan benar."Yang mengakibatkan penurunan berat badan secara dramatis," kata mereka.

Djalali, lanjut mereka, sekarang dilaporkan dalam kondisi yang sangat buruk sehingga dia mengalami kesulitan berbicara. "Kami terkejut dan tertekan oleh penganiayaan kejam (terhadapnya)."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
Netanyahu Ungkap Militer...
Netanyahu Ungkap Militer Israel akan Bangun Koridor Morag di Gaza
13 Rudal dan Drone Iran...
13 Rudal dan Drone Iran yang Bisa Hapus Pangkalan AS di Timur Tengah dari Peta
Perang Panas Trump dan...
Perang Panas Trump dan Iran Bisa Picu Kiamat Inflasi?
Israel Kembali Bom Beirut,...
Israel Kembali Bom Beirut, 4 Orang Tewas
Netanyahu Tunjuk Eks...
Netanyahu Tunjuk Eks Komandan Angkatan Laut sebagai Bos Baru Shin Bet
Anggota Parlemen Iran...
Anggota Parlemen Iran Serukan Teheran Memiliki Senjata Nuklir
Negara-Negara Arab Nyatakan...
Negara-Negara Arab Nyatakan Tolak Bantu AS Serang Iran
Yoon Suk Yeol Jadi Presiden...
Yoon Suk Yeol Jadi Presiden Ke-2 Korsel yang Dimakzulkan, Tak Dapat Uang Pensiun
Rekomendasi
Pangeran William Didesak...
Pangeran William Didesak Segera Ambil Alih Takhta Raja Charles III
Mentalitas Pemain Timnas...
Mentalitas Pemain Timnas Indonesia U-17 Disorot Jelang Laga Perdana Lawan Korea Selatan
Bus dari Jawa dan Sumatra...
Bus dari Jawa dan Sumatra Padati Kalideres, Arus Balik Lebaran Memuncak
Berita Terkini
4 Bulan setelah Deklarasikan...
4 Bulan setelah Deklarasikan Darurat Militer, Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol yang Dimakzulkan Akhirnya Dicopot
15 menit yang lalu
Siapa Yuri Napso? Anggota...
Siapa Yuri Napso? Anggota Parlemen Rusia Dipecat setelah Membolos Kerja selama 200 Hari Tanpa Alasan
53 menit yang lalu
Pihak Ketiga Berusaha...
Pihak Ketiga Berusaha Gagalkan Perundingan AS-Rusia, Siapa Mereka?
2 jam yang lalu
Trump Pilih Kasih, Mengapa...
Trump Pilih Kasih, Mengapa AS Tidak Kenakan Perang Tarif kepada Rusia?
3 jam yang lalu
Siapa Sultan Qaboos?...
Siapa Sultan Qaboos? Penguasa Oman yang Berkuasa 50 Tahun setelah Menggulingkan Ayahnya dalam Kudeta Istana
4 jam yang lalu
Denmark dan Greenland...
Denmark dan Greenland Bentuk Front Perlawanan untuk Melawan AS
5 jam yang lalu
Infografis
6 Alasan Ribuan Narapidana...
6 Alasan Ribuan Narapidana Masuk Islam di Penjara AS Setiap Tahun
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved