Zalmay Khalilzad, Sang Penyambung Lidah AS dan Taliban

Selasa, 16 Maret 2021 - 05:30 WIB
loading...
A A A
Dari 1985 hingga 1989, Khalilzad bertugas di pemerintahan Ronald Reagan, sebagai pejabat senior Kementerian Luar Negeri, yang tugasnya memberi nasihat tentang Perang Soviet-Afghanistan, setelah invasi Soviet. Saat itu, dia adalah anggota Staf Perencanaan Kebijakan dan Penasihat Khusus Kementerian Luar Negeri untuk Afghanistan.

Dalam peran itu, ia mengembangkan dan membimbing program internasional untuk mempromosikan manfaat Afghanistan yang dipimpin mujahidin yang menggulingkan pendudukan Soviet. Dari tahun 1990 hingga 1992, Khalilzad bertugas di bawah Presiden George H. W. Bush di Kementerian Pertahanan AS, sebagai Wakil Menteri Perencanaan Kebijakan.

Antara 1993 dan 2000, Khalilzad adalah direktur Strategi, Doktrin, dan Struktur Kekuatan di RAND Corporation. Selama waktu itu, dia membantu mendirikan Pusat Kajian Timur Tengah RAND serta "Penilaian Strategis", sebuah terbitan berkala RAND.

Dia juga menulis beberapa monograf yang berpengaruh, termasuk "Amerika Serikat dan Cina yang Bangkit" dan "Dari Penahanan ke Kepemimpinan Global? Amerika dan Dunia Setelah Perang Dingin".
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.208 Jiwa, 16.740 Orang Terluka
AS Akui Rudal Iran Makin...
AS Akui Rudal Iran Makin Canggih, Gagal Dicegat Sistem Pertahanan
Rekomendasi
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Tak Hanya Rugi Rp3 Miliar,...
Tak Hanya Rugi Rp3 Miliar, Amanda Manopo Ngaku Diguna-guna oleh Mantan Karyawannya
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Pengacara Jokowi Yakin Sidang Tetap Lanjut
Berita Terkini
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved