China Operasikan Sistem Rudal HQ-19, Pesaing THAAD AS
Jum'at, 12 Maret 2021 - 03:41 WIB
loading...
Sistem pencegat rudal HQ-19 China yang diklaim setara kemapuannya dengan sistem pencegat rudal THAAD Amerika Serikat. Foto/Army Recognition
A
A
A
BEIJING - Militer China dilaporkan telah mengoperasikan sistem pencegat rudal anti-balistik HQ-19, yang diklaim setara dengan sistem rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) Amerika Serikat (AS).
Menurut laporan media lokal yang dikutip Eurasian Times, Jumat (12/3/2021), Beijing akhirnya memutuskan untuk membuat pencegat rudal anti-balistik HQ-19 beroperasi, yang akan meningkatkan kekuatan militer Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).
Baca juga: Cerita Hoaks Siswi yang Berujung Pemenggalan Guru Prancis Samuel Paty
Sistem pertahanan HQ-19 adalah versi yang sangat ditingkatkan dari HQ-9 dan dirancang untuk melawan rudal balistik dan satelit di ujung bawah orbit rendah Bumi.
Laporan tersebut mengatakan HQ-19 dipersenjatai dengan hulu ledak kendaraan pembunuh kinetik eksosfer (kkv) tujuan ganda, yang kemungkinan akan digunakan untuk melawan hulu ledak rudal balistik atau satelit.
Sistem tersebut dianggap setara dengan sistem pertahanan rudal anti-balistik THAAD buatan AS. Sistem Amerika itu disebut-sebut sebagai sistem pertahanan rudal tercanggih di dunia bersama dengan S-400 buatan Rusia.
Dikembangkan setelah Perang Teluk 1991, THAAD telah dirancang untuk menembak jatuh rudal balistik jarak pendek, medium dan jarak menengah dalam fase terminalnya dengan mencegat target menggunakan pendekatan hit-to-kill.
Menurut laporan media lokal yang dikutip Eurasian Times, Jumat (12/3/2021), Beijing akhirnya memutuskan untuk membuat pencegat rudal anti-balistik HQ-19 beroperasi, yang akan meningkatkan kekuatan militer Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).
Baca juga: Cerita Hoaks Siswi yang Berujung Pemenggalan Guru Prancis Samuel Paty
Sistem pertahanan HQ-19 adalah versi yang sangat ditingkatkan dari HQ-9 dan dirancang untuk melawan rudal balistik dan satelit di ujung bawah orbit rendah Bumi.
Laporan tersebut mengatakan HQ-19 dipersenjatai dengan hulu ledak kendaraan pembunuh kinetik eksosfer (kkv) tujuan ganda, yang kemungkinan akan digunakan untuk melawan hulu ledak rudal balistik atau satelit.
Sistem tersebut dianggap setara dengan sistem pertahanan rudal anti-balistik THAAD buatan AS. Sistem Amerika itu disebut-sebut sebagai sistem pertahanan rudal tercanggih di dunia bersama dengan S-400 buatan Rusia.
Dikembangkan setelah Perang Teluk 1991, THAAD telah dirancang untuk menembak jatuh rudal balistik jarak pendek, medium dan jarak menengah dalam fase terminalnya dengan mencegat target menggunakan pendekatan hit-to-kill.
Lihat Juga :