Pria AS yang Namakan Dirinya Tuan Setan Didakwa Hendak Bunuh Presiden Donald Trump
Sabtu, 12 April 2025 - 08:51 WIB
loading...
Seorang pria AS yang menamakan dirinya sebagai Tuan Setan didakwa dengan ancaman akan membunuh Presiden Donald Trump. Foto/X/@charliekirk11
A
A
A
WASHINGTON - Seorang pria Amerika Serikat (AS) yang menamakan dirinya sebagai "Mr Satan" atau "Tuan Setan" telah didakwa dengan ancaman akan membunuh Presiden Donald Trump dan pejabat pemerintah lainnya.
Hal itu disampaikan Departemen Kehakiman (DOJ) AS pada hari Jumat waktu setempat.
Pria bernama asli Shawn Monper (32) tersebut telah ditahan dan didakwa dalam pengaduan pidana federal dengan mengancam akan menyerang dan membunuh Trump dan pejabat AS lainnya, termasuk agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE).
Baca Juga: Donald Trump Ugal-ugalan, Janjikan Anggaran Pertahanan AS Rp16,8 Kuadriliun
Dalam sebuah pernyataan, DOJ mengatakan Biro Investigasi Federal (FBI) menerima pesan darurat tentang ancaman yang diunggah di YouTube oleh seorang pengguna yang mengidentifikasi dirinya sebagai "Mr Satan", yang aktivitas internetnya diketahui berhubungan dengan tempat tinggal Monper.
Secara kebetulan, Monper berasal dari Butler, Pennsylvania, tempat Trump hampir dibunuh selama kampanye pada bulan Juli.
Tak lama setelah pelantikan Trump pada bulan Januari, Monper memperoleh izin senjata api. "Dan berkomentar dari akunnya bahwa dia telah membeli beberapa senjata dan menimbun amunisi sejak Trump menjabat," kata DOJ, yang dikutip AFP, Sabtu (12/4/2025).
Hal itu disampaikan Departemen Kehakiman (DOJ) AS pada hari Jumat waktu setempat.
Pria bernama asli Shawn Monper (32) tersebut telah ditahan dan didakwa dalam pengaduan pidana federal dengan mengancam akan menyerang dan membunuh Trump dan pejabat AS lainnya, termasuk agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE).
Baca Juga: Donald Trump Ugal-ugalan, Janjikan Anggaran Pertahanan AS Rp16,8 Kuadriliun
Dalam sebuah pernyataan, DOJ mengatakan Biro Investigasi Federal (FBI) menerima pesan darurat tentang ancaman yang diunggah di YouTube oleh seorang pengguna yang mengidentifikasi dirinya sebagai "Mr Satan", yang aktivitas internetnya diketahui berhubungan dengan tempat tinggal Monper.
Secara kebetulan, Monper berasal dari Butler, Pennsylvania, tempat Trump hampir dibunuh selama kampanye pada bulan Juli.
Tak lama setelah pelantikan Trump pada bulan Januari, Monper memperoleh izin senjata api. "Dan berkomentar dari akunnya bahwa dia telah membeli beberapa senjata dan menimbun amunisi sejak Trump menjabat," kata DOJ, yang dikutip AFP, Sabtu (12/4/2025).
Lihat Juga :