Guam Jadi Target China, Komandan AS Minta Tambahan Sistem Pertahanan
Rabu, 10 Maret 2021 - 10:52 WIB
loading...
A
A
A
Davidson meminta perhatian pada video propaganda China yang menunjukkan serangan pembom H-6 di Pangkalan Angkatan Udara Andersen di Guam sebagai bukti pemikiran strategis Beijing. Video tersebut diejek karena tanpa malu-malu memotong cuplikan dari film-film Hollywood seperti 'Transformers: Revenge of the Fallen."
Laporan kekuatan militer China terbaru dari Pentagon mencatat bahwa penerbangan pembom H-6K China ke Samudra Pasifik barat menunjukkan kemampuan China untuk menjangkau Guam dengan (rudal jelajah serangan darat) yang diluncurkan dari udara, sementara rudal jarak menengah DF-26 diberi julukan "Guam Express" mampu melakukan serangan konvensional atau nuklir presisi terhadap target darat, yang dapat mencakup pangkalan AS di Guam.
Davidson mengatakan bahwa Guam akan lebih baik bersiap untuk bertahan dari ancaman ini dengan Aegis Ashore, sistem pertahanan udara dan rudal berdasarkan sistem yang telah dipasang Angkatan Laut AS pada sejumlah kapal perusak dan kapal penjelajah berpeluru kendali.
Baca juga: Misteri DF-26 China, Rudal Pembunuh Kapal Induk dan Momok bagi AS di Guam
Davidson mengatakan bahwa AS harus menunjukkan bahwa ambisi apa pun yang mungkin dimiliki China dan ancaman apa pun yang mungkin diajukannya terhadap Guam akan merugikan.
"Itu akan benar-benar dengan mengumpulkan tidak hanya kemampuan pertahanan ini, yang menurut saya sangat penting karena mencegah tembakan murahan, tetapi juga kemampuan lain untuk memberi tahu China bahwa kerugian dari apa yang ingin mereka lakukan terlalu tinggi dan memberi mereka keraguan akan kesuksesan mereka," ujarnya.
Laporan kekuatan militer China terbaru dari Pentagon mencatat bahwa penerbangan pembom H-6K China ke Samudra Pasifik barat menunjukkan kemampuan China untuk menjangkau Guam dengan (rudal jelajah serangan darat) yang diluncurkan dari udara, sementara rudal jarak menengah DF-26 diberi julukan "Guam Express" mampu melakukan serangan konvensional atau nuklir presisi terhadap target darat, yang dapat mencakup pangkalan AS di Guam.
Davidson mengatakan bahwa Guam akan lebih baik bersiap untuk bertahan dari ancaman ini dengan Aegis Ashore, sistem pertahanan udara dan rudal berdasarkan sistem yang telah dipasang Angkatan Laut AS pada sejumlah kapal perusak dan kapal penjelajah berpeluru kendali.
Baca juga: Misteri DF-26 China, Rudal Pembunuh Kapal Induk dan Momok bagi AS di Guam
Davidson mengatakan bahwa AS harus menunjukkan bahwa ambisi apa pun yang mungkin dimiliki China dan ancaman apa pun yang mungkin diajukannya terhadap Guam akan merugikan.
"Itu akan benar-benar dengan mengumpulkan tidak hanya kemampuan pertahanan ini, yang menurut saya sangat penting karena mencegah tembakan murahan, tetapi juga kemampuan lain untuk memberi tahu China bahwa kerugian dari apa yang ingin mereka lakukan terlalu tinggi dan memberi mereka keraguan akan kesuksesan mereka," ujarnya.
Lihat Juga :